Selamat Ulang Tahun Bersama Tuhan
Ujung pernikahan cuma ada dua: Pisah hidup dan pisah mati. Karena kita nggak mau pisah hidup, maka pisah mati harus menjadi cita-cita terbesar kita sejak di meja akad. Pasangan hanya titipan, nggak ada kepemilikan. Kalau nggak siap dengan risiko perpisahan, maka sedari awal nggak usah berpasangan. Konsep inilah yang menuntun kita saling terbuka tentang apapun sebelum terlambat. Waktu itu, kamu bilang ingin pergi duluan karena takut menghadapi duka. . Sekarang, kita sudah sampai di level tertinggi pernikahan itu. Tuhan angkat derajat kita bagaikan roket. Firasat tentang kepergianmu sudah kurasakan sejak lama. Aku pun diam-diam sudah menyusun rencana yang siap diluncurkan secepatnya jika firasat ini benar. Semua yang kita persiapkan selama ini menjadi bekal dan peganganku. . Ki, cara kamu pergi bikin kagum banyak orang. Mereka mendambakan bisa pergi dengan cara seperti itu. Tuhan akhiri pernikahan kita dengan cara terbaik yang selalu kita impikan. Tugasku sebagai istrimu selesai sudah. Rasa sedihku kalah oleh rasa syukurku memiliki perkawinan yang singkat namun Tuhan muliakan. Aku terima takdirku dengan optimis sejak hari pertama, demi kemudahanmu di sana. . Ki, bagiku, kematian bukanlah penderitaan melainkan kepastian. Kamu nggak meninggalkanku, kamu hanya kembali duluan kepada Pemilikmu. Pada akhirnya kita semua akan dikubur, kok. Ini cuma soal waktu. . Terima kasih sudah mau ketemu dan berdialog di mimpiku. Lega rasanya melihatmu bahagia dengan wajah bersih, sikap tenang, bercelana jeans, dan berjaket cokelat. Aku bangga dengan pencapaianmu. . Setelah ini, izinkan aku lakukan apapun yang bikin aku senang, yah. Izinkan aku juga untuk berbagi banyak momen seru kita jelang kepergianmu, yang sudah lama kutahu akan jadi yang terakhir. Aku mau merayakan indahnya garis finish rumah tangga kita, dengan caraku sendiri. Kita berhasil, Ki, kita berhasil. . Selamat ulang tahun.











