Selepas wisuda sarjana beberapa tahun silam, aku dihadapkan pada beberapa keputusan:
Apakah akan tetap merantau atau pulang kampung?
Apakah akan bekerja kantoran atau bekerja sendiri merintis usaha dan menjadi freelancer?
Apakah akan menikah usia muda tapi belum mapan atau menikah nanti setelah mapan?
Dan keputusan-keputusan lain yang tampaknya sederhana, tapi sulit untuk diputuskan.
Dalam hidup, kita seringkali dihadapkan pada sebuah persimpangan. Di persimpangan inilah kita harus segera membuat keputusan. Jalan mana yang harus kita pilih?
Keputusan-keputusan dalam hidup yang kita buat hari ini, efeknya akan panjang hingga bertahun-tahun ke depan. Karena di balik sebuah keputusan, di belakangnya mengikut risiko dan konsekuensi.
Misalnya, bagi perantau, saat memutuskan pulang ke kampung. Risikonya adalah kehilangan akses & kesempatan yang lebih luas jika menetap di kota besar. Tapi, bisa dekat dengan keluarga besar. Jika memutuskan tetap di rantau (kota besar), akses, informasi, peluang, dan kesempatan terbuka lebar, tapi jauh dari keluarga.
Risiko-risiko seperti ini akan selalu ada di balik sebuah keputusan. Apa pun itu keputusan yang kita buat, pasti ada konsekuensi setelahnya.
Karena itu, dalam membuat keputusan hidup, belajarlah untuk tidak tergesa-gesa. Terlebih keputusan-keputusan penting dalam hidup yang butuh pertimbangan matang, seperti keputusan dengan siapa dan kapan akan menikah? Di mana akan menetap? Circle seperti apa yang dijadikan pertemanan? Siapa role model yang akan diikuti? Pekerjaan apa yang akan ditekuni hingga tua nanti? Dan keputusan2 penting lainnya.
Karena di balik sebuah keputusan akan mengikut konsekuensi panjang hingga bertahun-tahun yang akan datang.