Sebelum mampir di Rogar Cafe pada Senin kemarin, saya telah konsumsi empat cangkir kopi. Jadi, kopi kelima di cafe ini agak sulit dijelaskan, selain pesona krema kopinya yang indah. Krema kopi (caffe crema) atau mahkota kopi adalah buih berwarna kuning tua pada permukaan kopi yang diseduh, sebagai dampak dari proses ekstrasi biji kopi. Biasanya, krema muncul pada espresso, atau pada kopi yang diolah dengan air panas bertekanan tinggi. Peminum kopi percaya bahwa kehadiran krema merupakan penanda mutu kopi dan proses olahannya. Saking pentingnya, orang Italia (konon) enggan minum kopi espresso yang tidak memiliki krema. Krema terbentuk karena proses pelepasan (emulsifikasi) kandungan lemak pada biji kopi. Sejatinya, krema adalah perserikatan antara lemak nabati dan gelembung udara berukuran sangat kecil. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sedikit atau banyaknya krema yang dihasilkan pada proses menyajikan kopi. Jika ingin mengetahui aroma dan cita rasa asli dari kopi, bagian krema ini perlu disingkirkan dulu. Rasanya yang agak manis berpotensi mengelabui karakter asli kopi yang ada di bawahnya. Tentu saja, krema bukanlah sesuatu yang khas Rogar Cafe. Ia bisa muncul pada sajian kopi dimana saja. Saya sendiri sangat senang bisa menikmati krema di tempat ini, sambil ngobrol bersama pemilik cafe yang disapa Opa. Dari bincang-bincang singkat dengannya, tampak jelas Opa telah menorehkan banyak kisah dan sejarah. Mungkin perlu sewaktu-waktu berbincang khusus dengannya. Jika kebetulan lewat di Jalan Saripah, samping Universitas Fajar, bolehlah mampir disini. Tempat yang adem dan nyaman untuk ngobrol segala hal. #rogarcafe #makassar #krema #caffeecrema #coffee #kopi #instagrahman (at Rogar Cafe) https://www.instagram.com/p/CdYpGbTpIK-/?igshid=NGJjMDIxMWI=











