seen from Switzerland

seen from Switzerland
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from United States
seen from Switzerland
seen from China
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Trinidad & Tobago
seen from Australia

seen from Australia
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from China
keluar dari rumah?
Beberapa jam yang lalu, saya berpikir untuk mulai membenahi diri dan keluar dari rumah. Keluar dari rumah, bukan dalam makna yang negatif, yakni berkelahi besar dengan personil keluarga lalu terpaksa pindah untuk tinggal ditempat lain. Keluar dari rumah kali ini, dalam artian pindah dan mulai untuk hidup sendiri di tempat lain, karena memang sudah waktunya.
Beberapa hal yang melandasi kemauan tersebut muncul dari gambaran hidup keseharian di lingkaran keluarga saya. dan bisa dikatakan, saya baru saja kembali tinggal bersama mereka, setelah tinggal kurang lebih 3.5 tahun jauh dari mereka karena tuntutan edukasi.
Saat saya harus kembali hidup diantara mereka, memang dirasakakan banyak sekali penyesuaian gaya hidup dan kebiasaan yang mau tidak mau saya jalankan. terbiasa hidup sendiri dan mengurusi segala sesuatunya sendiri, hidup diantara mereka saya jadi harus membagi banyak perhatian dengan hal-hal lain. yang mungkin saya anggap sepele atau kurang penting.
didalam banyak pengambilan keputusan, saya merasa sudah mampu mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan konsekuensi atas pilihan yang yang saya ambil. tetapi di lain sisi secara alami memang orang tua pasti akan memberikan pertimbangan mereka, dari kacamata yang (selalu dan pasti) lebih berpengalaman.
masalahnya, bila dua keputusan itu berseberangan, saya tidak tega untuk ngotot akan keputusan saya, namun tidak rela juga untuk harus menuruti kata mereka. Bagi saya ini adalah sebuah permsalahan yang fundamental. Saya mengerti betul latar belakang dan cara pandag orang tua saya, bahwa setiap orang tua akan mendambakan yang terbaik untuk anaknya, namun dengan cara mereka. Saya menyadari bahwa mereka juga sudah menghargai saya dan meng
kategorikan saya sebagai seorang dewasa, namun treatment di dalam beberapa masalah menunjukkan mereka tidak ingin keputusan saya yang dipakai.
usia orang tua yang semakin bertambah juga, seringkali membuat berbagai situasi atau keputusan terhambat, berubah atau bahkan batal.
generasi muda di dunia barat, dalam jangkauan umur 19 tahun sudah keluar dari rumah mereka dan belajar hidup sendiri. di sini, tidak begitu karena adat ketimuran yang secara masif menuhankan kekeluargaan yang berakhir hanya memanjakan dan menumbuhkan perilaku munafik. tanpa harus menyalahkan keadaan, saya rasa sudah waktunya membenahi diri untuk keluar rumah dan memulai sebuah hidup sendiri.
siap atau tidak? mungkin sekarang belum siap. secepatnya sebaiknya.