Masing-masing dari kita akan singgah ataupun tersinggahi, entah dalam waktu yang lama ataupun sebentar saja. Kita membangun atap, merapikan dinding, membersihkan lantai untuk menyiapkan ruang ternyaman sebagai penampung segala bahagia. Bersamaan dengan itu, ada maaf dan terima kasih yang tak kunjung selesai diungkapkan disaat letih-letihnya mengembara.
Ada yang singgah lalu pergi dengan tergesa-gesa. Ada yang belum sempat masuk tapi meninggalkan bau yang tidak hilang bekasnya. Ketika banyak rumah yang sudah disinggahi, banyak hal pula yang kemudian dibiarkan tinggal, tertinggal, atau memang sengaja ditinggalkan. Namun, hanya ada 1 tempat terakhir bermuara ketika semua persinggahan ternyata berujung kepergian. Yang siap sedia tiap ku bercerita, ku beruntung jadi anakmu, Bunda.
Untuk segala rumah ke rumah yang akhirnya harus pindah berkala, segala doa yang baik adanya, untukmu dan mimpimu yang mulia. Selain Mediana, semoga kau juga dapatkan yang baik di dunia. Hingga bertahan lama.








