From Nothing To Something
Biografi tentang pendiri Rumah Pasir
Nama Gusman, pendidikan S1 Teknologi Pangan di Universitas Brawijaya. Ia lahir pada tanggal 15 Agustus 1981. Rumah Pasir itu sekarang berada di JL Mawar no 17 Malang. Ia sudah menikah mempunyai 1 anak, istrinya bernama Anggi.
Asal Usul memilih pekerjaan ini
Awalnya saya mempunyai sebuah hobby melukis pasir didalam kaca, tetapi karena harganya mahal dan proses pembuatannya mahal akhirnya ia megakhiri pembuatan lukisan didalam kaca tersebut. Dan membuka sebuah Rumah Pasir, dimana di dalam rumah pasir tersebut semua barangnya tentang pasir.
Motivasinya
Karena hobby dan adanya peluang. Ia selalu berpikir positif, tak pantang menyerah meskipun proses pembuatannya mahal.
Sejarahnya
Sebelum mempunyai Rumah Pasir ini, saya agak kesulitan karena susah untuk memasarkan dan hanya menerima pesanan saja. Modal awal saya bekerja ini hanya 150.000,-. Kami tidak menghitung barang yang terjual selama 1 bulan, tapi untuk penghasilan per bulan sekitar 3 sampai 4 juta. Usaha ini hanya berawal dari kesenangan dan hobby saya, dulu saya pernah daftar universitas jurusan melukis tapi setelah saya menjalani tes saya gagal, akhirnya saya trauma dan tidak mau mencoba lagi meskipun ada peluang, ada juga teman yang menyuruh saya mendaftar lagi tapi saya tidak mau karena sudah diterima dijurusan Teknologi Pangan Uni. Brawijaya.
Kapan Anda mulai merintis pekerjaan ini?
Awal 1 september 2008 berdirinya rumah pasir, tapi sebenarnya usaha ini sudah dimulai sejak tahun 2005 tetapi saya masih bekerja dirumah, dan terus melihat rayel pasar dan cara penjualannya masih melalui pengiriman ke pasar dan toko kado, dan lain lain. Lalu kami melihat bahwa peminatnya banyak lalu saya beralih ke Rumah Pasir ini, hingga sekarang ini.
Kalau boleh tau berapa modal awal Anda memulai pekerjaan ini?
Saya bekerja dibantu dengan kedua temannya, bermodal sendiri, dengan modal awal berdirinya Rumah Pasir 2 juta rupiah.
Apakah anda pernah mengalami kegagalan?
Saya tidak pernah mengalami kegagalan, karena saya terinovasi misalnya celengan bisa diganti ganti gambarnya, misalnya bulan ini gambar angry bird bulan depan ganti hello kitty, dan seterusnya. Lalu 1 tahun berikutnya barang barunya dikeluarkan agar membuat orang orang penasaran dengan model apa yang akan dikeluarkan.
Apakah Anda pernah mengekspor barang Anda?
Saya tidak pernah mengekspor produk saya, tapi ada orang Indonesia yang membeli produk saya dan dijual di Korea. Produk saya juga dijual di Surabaya dan Kalimantan.
Siapakah partner kerja Anda?
Teman teman saya sendiri, dan mereka hanya bisa menyelesaikan hingga pada tahap setengah jadi, untuk finishing produk mentraising agak susah untuk mereka. Jadi solusinya adalah produksi massal untuk jangka waktu maximal 1 bulan tergantung barang yang dipesan.
Apa strategi yang Anda gunakan?
Untuk pemasaran hingga sekarang tidak ada masalah. Rumah Pasir ini hanya terdapat di Malang, sejak tahun 2008 hingga 2014 ada peningkatan mulai dari segi seni hingga produk semuanya mengalami peningkatan, orang orang banyak yang menyukai produk kami ini, ada yang mengatakan lucu, ada juga yang simple dan bagus, ada juga yang mengatakan harganya murah tapi berkualitas, mutunya bagus, hasilnya sesuai dengan keinginan kita. Lukisan juga da yang mulai dari harga 220 – 700. sedangkan produk yang lain dari harga 1500 – 1 juta.
Tips Sukses
Konsentrasi pada satu fokus, misalnya bahan atau hasil jadinya.
Membuat orang tau bahwa itu produk kita
Inovasi
Harus konsisten
Mengikuti arus pasar
Berani melemparkan ide baru yang diterima oleh pasar
Jangan takut berwirausaha
Yakin
Berpikir positif
Berani menjalani
Penulis: Vina (Co), Michele, Geovanni, Shelly, Gita










