Mf_Zippo:
Barcelona - Rwarera
Slide singkat
.
Hari ini kita akan berpisah bukan?, setelah bertahun-tahun bersama dari awal masa kuliah dipertemukan. Namun jalan hidup menuntun kita untuk kembali berpisah
.
Malam, kala itu. Dibandara itu, kita saling diam tanpa kata. Ntah apa yang saling ada dipikiran, tiada di ucapkan dan dicairkan
.
Mari berbagi keluh sejenak untuk orang-orang yang tak ingin dipisahkan oleh jarak, kita pernah mengalaminya. Namun tak sejauh ini. Namun ingatlah kita masih didunia. Dan pasti perjalanan. Akan ada yang datang, ada pula yang pergi
.
Kita coba cairkan suasana, susana luar hangat. Namun aku tak tahu mengapa hati senantiasa dingin membeku
.
Di restoran bandara kala itu, kita duduk pun berbeda, saling membelakangi walau banyak tempat kosong untuk menyatu untuk makan bersama. Sejauh itu kah kita tak ingin bicara terakhir kalinya untuk saat ini, atau terlalu bingung menghadapi sebuah perpisahan?
.
Ku pesan spageti, sementara kau memesan mie rebus untuk menghangatkan diri, hingga percakapan kita akhirnya dimulai
Kau akan pergi kemana jadinya untuk akhir ini?. rwarera. Jawabmu singkat masih menundukkan wajah tak mau melihatku. Ohh, jawabku singkat
Aku akan ke barcelona, ntah apa yang membuatku kesana, apakah belajar kembali, atau bekerja, aku tak paham. Hanya suatu dipikirankuy memanggilku untuk kesana
. Apakah karena alasan tak masuk akal itu kau mulai berdiam diri denganku?, atau ada hal.lainnya?.
Tidak. Akupun tak tahu.
Huft, ya sudahlah, lagi pula apa yang kau akan lakukan di rwarera?. Ku akan bekerja. Hah, bekerja? Menjadi apa?. Ku ingin membuka kedai disana, sebuah kedai mie.
Awas saja, kalau kau makan mie tiap hari, dan tambah beratmu beberapa kilo lagi 😅, jawabku sambil tertawa. Kau tersipu malu dan Ku lihat mulai ada senyum tipis dibibirmu
Ku tinju pelan pundakmu, iya kan, kau membalas tinju ke dadaku. Pelan sebenarnya, namun kupura-pura mengaduh kesakitan sambil tertawa.
.
Apakah kita akan menahan rindu sebuah perpisahan, akan jarak, waktu, dan mungkin koneksi untuk bersua bersama. Entahlah. Setidaknya hari ini, hari terakhir ini, ku ingin menikmatinya bersamamu dengan kenangan penuh tawa, bukan haru sebuah kesedihan yang menyelimuti
.
Kasir yang ceria,menegur kami bahwa pesanan sudah diantar ke meja masing-masing| sambil tersenyum, aku tak tahu apa yanh dilakukan pelayan saat kami berbicara, ntah apakah mengupingh pembicaraan kami atau tidak, namun meja makan kami disatukan olehnya. Akhirnya kita akan makan dalam satu meja, tidak membelakangi seperti pesanan awal. Hahaha. Aneh-aneh saja perilaku kita
.
Kamipun berjalan ke meja makan dengan diam kembali. Duduk saling bertatapan, menyantap masakan yang dihidangkan. Hingga diam dan bisu menyelimuti kembali
.
Ahh, suasana memang cepat berubah 180° pikirku












