Menerima apapun keputusannya, sadar dengan diri yang tidak ada apa²nya.
seen from Denmark
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from Jamaica

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from India

seen from United States
seen from China
Menerima apapun keputusannya, sadar dengan diri yang tidak ada apa²nya.
Hanya karna seseorang tidak bisa menampakan kemarahannya padamu bukan berarti kamu bisa bertindak semena mena padanya dan jika seseorang sudah malas berkomunikasi denganmu harusnya kamu tau diri,dan menyadari kesalahanmu. bukan malah bertindak seolah olah tidak pernah terjadi apapun. Dia juga manusia yang memiliki hati... Memaafkan bukan berarti luka yang kamu buat benar benar hilang kan?
sudah-sudah mari sehatkan hati dan pikiran. sampai kapan kamu akan menunggu sesuatu yang bahkan tidak ingin menjemputmu. bukan kah kamu sudah sangat menyadarinya. sudah jelas-jelas tidak ada tanda rasa mu terbalas, lantas untuk apa tetap "mencintai dalam diam". cukup, jangan terlalu naif dan berpikir "nanti lama-lama dia juga akan mengerti, pasti dia akan menyadari rasa ini". sayangnya dia sudah memberi sinyal agar kamu mundur. sudah-sudah jangan biarkan hati mu memaklumi angan-angan semu itu sendiri. ingat, cinta akan bersatu jika diperjuangakan oleh kedua belah pihak. jika hanya satu pihak itu namanya kamu hanya menyiapkan diri untuk terus terluka. sudah yaa, tolong hargai diri mu sendiri. jaga izzah dan iffah mu. ingatkan bahwa janji Allah itu pasti, begitu juga dengan jodoh mu. "Tinggalkan cinta mu kepada makhluk-Nya yang belum halal, in syaa Allah nanti akan diberi ganti yang terbaik dari sisi-Nya."
RESAH dengan keadaan umat
Tidakkah kita merasa bahwa keadaan sekeliling kita sedang tidak ‘bike-bike’ saja, atau mungkin nyaman dengan kerusakan yang terjadi..
Kemiskinan, kelaparan, kesakitan, kesedihan, pengangguran, penindasan, di negeri sendiri..
Tidakkah kita berpikiran untuk merubah kondisi, atau malah asik dengan urusan ‘hati yang tersakiti’?
Mungkin saat ini kita bahagia dengan nasib diri yang cukup beruntung dibandingkan yang lain, saat yang lain datang membutuhkan bantuan kita malah memilih pergi dan tak mau peduli.. suatu hari datang masalah yang menimpa barulah tersadar, siapa yang bisa membantu diri yang sudah terlanjur abai?
Bagaimanapun, kita hidup tiada sendiri, kan.. meskipun berulang kali mengatakan ‘introspeksi diri saja’, pasti ada saja rasa khawatir saat keburukan lingkungan bisa saja mempengaruhi diri, bahkan selalu ada rasa peduli dan menyayangi yang merupakan fitrah setiap diri.
Memang tidak sama bagi setiap orang bagaimana cara memahami lingkungan, kecuali mengerti kenapa itu terjadi..
Sungguh setiap hati merasa risih jika ada yang kurang disukai menghampiri, tak hanya masalah hati, setidaknya sekeliling kita jika melihatnya dengan iman, tentu muncul rasa peduli untuk memperbaiki.
Terima kasih yang telah memberikan pemahaman seperti ini kepada jiwa ilmu dan pengalamannya masih terbatas, semoga Allah membalasi perjuangan kalian dengan pahala yang tiada batas.
Bahkan kerusakan yang terjadi adalah ulah tangan manusia sendiri, tidaklah nasib kita berubah selain dengan usaha manusia itu sendiri.
Mulailah berpikir politik, peduli dengan urusan umat, bahkan jika di pagi hari tidak memikirkan urusan umat belum dianggap umatnya Nabi Muhammad ﷺ. Mulailah bermimpi suatu hari keadilan tegak di muka bumi dalam sebuah sistem kebenaran yang hakiki.
Semoga setelah ini, kita semua lebih peka lagi dengan kondisi umat agar negeri ini tak ditakdirkan terlaknat, tiada kata terlambat hingga mentari sudah terbit dari sebelah barat.
Terima kasih semua yang mengantarkan ku pada pemikiran ini pada jiwa yang ilmu dan pengalamannya masih terbatas, semoga Tuhan membalasi dengan segala kebaikan tanpa batas, aamiin..
Semoga bermanfaat..
Gpp menyerah, kalau emang engga kuat
Kalau orang yang kamu percaya sering bikin kamu menangis, mungkin yang pantas bahagiain kamu bukan dia.
Gausah buang-buang waktu buat terus bikin dia tersenyum. Gausah pura-pura kuat buat terus jagain perasaan dia.
Sementara dia engga pernah berusaha buat ngertiin perasaan kamu.
Gausah paksain, engga apa-apa berhenti. Engga selamanya berjuang baik buat kamu.
Kamu berhak bahagia. Perasaanmu tidak pantas disia-siakan begitu saja.
—ibnufir
*Follow IG @ibnufir_
"Kamu itu bukan tentang apa yang orang lain lihat dan katakan, tapi apa yang kamu lakukan ketika hanya berdua dengan Tuhan."
Capek. Ingin istirahat. Tapi tidak bisa. Semuanya kejar tayang. Rasanya ingin membelah diri. Dua puluh empat jam dalam sehari dirasa kurang. Sudah mengurangi waktu istirahat dan tidur, tapi masih saja kurang. Apakah pekerjaan tidak bisa membahagiakanku, selain gaji? Meski kalau dipikir-pikir tidak sepadan, sebab ilmu begitu berharga. Aku ingin berhenti, sebentar saja. Beri aku nafas.
- Sastrasa
Teman (?) I
Apa yang salah, aku dan kebaikanku, atau mungkin dia yang tidak menganggapku sebagai teman?