Listen to Di sana (feat Marcella) by Ruang Damai #np on #SoundCloud Manusia sadarkah .??
seen from India
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Maldives
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Maldives
seen from Malaysia

seen from Philippines
Listen to Di sana (feat Marcella) by Ruang Damai #np on #SoundCloud Manusia sadarkah .??
Sadarkan Kamu Nona, Saat Menanyakan Hal Itu?
Selamat pagi, Nona, Rasanya ingin tertawa dan tersendu saja mengingat apa yang mendadak kita bicarakan tadi malam, Betapa waktu berjalan begitu cepat membolak balikkan jiwa dan keadaan,
Tiba-tiba, di akhir malam kamu bertanya tentang kesungguhan, Tentang apakah aku serius bersama dalam masa depan, Ingin tertawa sekaligus bersendu,
Sedang sadarkah kamu saat itu? Membicarakan hal yang terlalu suci, Setelah bagaimana kamu meratakan semua, yang terlanjur terbangun dan berdiri indah, Setelah bagaimana kamu merobohkan gapura megah yang menyambut kehadiranmu, dengan keraguanmu untuk masuk dalam kejamnya kehidupanku, Setelah bagaimana kamu dengan bangga menceritakan masa lalumu yang belum bisa kamu lepas, dan pangeran yang sedang menyelamatkanmu dari lelah dunia, Sadarkah kamu saat menanyakan itu, Nona?
Sungguh, Nona, Sejak awal mengenalmu, Tidak ada ketidaksungguhan dalam langkah itu, Tidak ada keraguan dalam tujuanku, Tapi apa, Nona, Apa itu salahku, bila lalu menyisipkan kata bimbang dalam derapku, dan mencoba membenahi hati dalam jarak yang realitas, dan selanjutnya mendampingi mu sebagaimana kualitas yang kamu minta, Apa itu salahku, Nona?
Bukan Nona, bukan, Bukan aku tidak mau, Sesungguhnya aku ingin berteriak bahagia saat itu, Tapi, sejenak, lihatlah kembali semua itu, Nona, Sudah pantaskah kamu? Sudah benar-benar siapkah kamu? Sedang semua sudah berserakan tak tentu,
Sebentar, Nona, Bernafaslah perlahan, dan sejenak perbaiki dirimu, Layakkan dirimu, Kemudian berbaliklah, Berjalan dan perbaiki semua bila kamu benar-benar mengingininya, Rapihkan kembali semua dan yakinkan pada diriku, Bahwa kamu benar-benar pantas, walaupun untuk sekedar, menanyakan hal yang sungguh suci itu
— Medan, lagi, selepas lelah pulang dari Matador Kafe
Sadarkah kau?
Sadarkah kau bahwa ada seseorang di seberang lautan sana, di belahan dunia lainnya, dan di sebuah negara ribuan kilometer dari tempatmu berada, tengah memikirkanmu?
Sadarkah kau bahwa ia tidak benar-benar melupakan memori tentangmu? Bahwa ia terkadang masih suka memutar kembali cerita masa lalu kalian. Bahwa ia masih sering mengaitkan dirimu dengan kehidupan yang ia jalani saat ini...
Kau mungkin tidak lagi mengingatnya. Lupa, barangkali.
Ia yang dulu pernah kau buat tersenyum dengan candaan dan tulisan-tulisanmu. Ia yang pernah benar-benar memberikan kepercayaan hatinya untukmu. Dan ia yang pernah terlalu berharap kaulah yang akan menemani selama hidupnya. Namun pada akhirnya kau sendiri yang mematahkan segala kepercayaannya untukmu.
Sadarkah kau bahwa ia masih berusaha untuk bisa melihatmu di sana, di tempatmu berada saat ini? Sadarkah kau bahwa ia masih tetap berusaha melihatmu meski dengan berbagai cerita kegagalan usahanya?
Tidak. Kau sepertinya tidak sadar akan hal itu.
Teruslah seperti itu hingga suatu hari nanti kau melihatnya berdiri di hadapanmu. Lihatlah dirinya ketika itu sebagai seseorang yang dulu pernah kau tinggalkan. Lihatlah luka pada dirinya yang telah kau buat. Perhatikanlah...
sadarkah
sadarkah dirimu kamu adalah inspirasiku