Kereta Sedih
Pada suatu masa, semua akan terus menangis pada keikhlasan yang dipaksa. Seolah-olah ia bisa melawati segalanya dengan begitu mudah, melewati malam sepi seorang diri. Pergi ke suatu tempat yang gaduh padahal hatinya sedang beradu dengan cemburu. Masa lalu memang selalu menjadi penyebab mengapa seseorang tak pernah benar-benar bisa beranjak. Berangkat menuju hiburan yang membahagiakan, bukan liburan yang menangisi kesedihan. Kereta hati tak juga ingin lekas berangkat, sebab dia butuh kamu sebagai masinis. Menghidupkan mesin untuk membuka gerbong-gerbong masa depan yang kita rencanakan. Mengangkut bahagia yang pernah kita lewatkan dan mengambil hal yang kita tertawakan di stasiun persinggahan.
Kereta hati tak lagi bernyali untuk berbunyi, mengeluarkan kata sayang yang memanggilmu dalam diam. Melewatkan malam dengan berbagi pelukan, menghangatkan kita yang mendadak dingin saat pertemuan begitu membisu di ujung bibirmu.
Tanganku masih saja terbuka lebar menunggumu, pikiranku masih saja sabar menyambutmu, mataku masih terus memperhatikan penghujung jalan. Kemungkinan kau masih berjalan perlahan-lahan. Membiarkan aku merindu hingga kaku, beku di dinginnya hati yang terus menunggu.
Kepasrahanku kemudian tiba, kau memilih membawa yang baru untuk menyapa aku. Membuat seakan bumi mendadak berhenti dalam sekali waktu. Menyisakan tanya tanya besar tentang hadirmu yg sering kali tak berkabar. Malam itu, mulutku tertutup. hanya airmata membuka segala kepercayaan yang kuberi dengan sempurna. Kesia-siaan menunggu adalah salah satu alasanmu yang paling aku khawatirkan. Sebab seberat apapun yang pernah kamu keluhkan, aku sudah mengucapnya kepada Tuhan, agar memberi aku semua yang pernah membuatmu bosan.
Pada malam itu, aku terpaksa mengikhlaskan segala hal tentang kamu. Rindu telah kubuang jauh-jauh. Karna akupun tak bisa melakukan hal lain selain menghilangkan segala kenangan, sebab yang ku kenang kini hatinya telah dimenangkan. Membuat aku menjadi manusia yang jiwanya paling berantakan.. Kereta hati tak akan lagi pergi, ia harus mati kali ini, sebelum aku mencari masinis pengganti..











