DI-PHP-IN TUKANG SADAP DPR yg kagetan menyambut omongan SBY soal adanya penyadapan. Mulanya pengacara Ahok bertanya kepada saksi, apakah ada pembicaraan telepon dengan SBY sebelum MUI menetapkan pandangan keagamaannya? Mereka juga mengaku punya bukti mengenai hubungan telepon itu. Saksi waktu itu tdk mengakui. Lalu ditanya lagi, kali ini dgn menyebutkan jam dan menitnya kapan sambungan telepon itu terjadi. Saksi tetap tdk mengakui. Di persidangan pengacara berkata mereka punya bukti soal adanya hubungan telepon tersebut. Strategi itu rupanya berhasil memancing yang lain. SBY yg disebut dlm persidangan itu, akhirnya nongol. Esoknya dia menggelar konferensi pers. Sambil mengakui adanya komunikasi telepon itu, dia juga merajuk soal penyadapan. Tapi bagi pengacara Ahok, targetnya tercapai. Terjawab sudah pertanyaan mereka kepada saksi di ruang sidang. Cukup. Soal SBY mempermasalahkan penyadapan, itu urusan lain. Toh, mereka cuma bilang punya bukti, tanpa merinci buktinya berbentuk apa. Mungkin saja buktinya cuma selembar print out berita dari situs Liputan 6.com. Situs itu memang menulis berita ttg SBY yg menelepon ketua MUI pada tanggal 7 Oktober 2016, 4 hari sebelum MUI mengeluarkan pandangan keagamaannya. Iya sih, penyadapan yg dilakukan bukan oleh aparat hukum adalah tindakan ilegal. Inilah yg dipermasalahkan SBY. Tapi apa benar ada penyadapan? Atau justru SBY memakan umpan yang dilempar dari ruang sidang? Lagipula tdk ada yg bicara soal rekaman telepon itu sebagai hasil sadapan. Kenapa kok soal penyadapan mencuat, sampai menyeret2 Jokowi segala? Ah, itu mah karena ada yg baper aja. Lagipula, bicara soal penyadapan telepon, di jaman internet ini bukan perkara yg rumit2 banget. Orang dgn kemampuan hacker bisa saja melakukan itu. Bukankah kemarin kita baru saja mendengar potongan file berisi percakapan telepon dgn Kak Emma? (Saya berdoa semoga yg dimaksud bukan Emma Watson) Jadi apa gunanya DPR meributkan isu yg sumir sampai mau bikin panita angket soal penyadapan segala? Itu sama sia-sianya dgn menunggu file 3gp yg tdk kunjung beredar. Ah, rasanya kita semua sedang di-PHP-in tukang sadap. www.ekokuntadhi.com #SalamBaper #SalamSadap #SaveFirzaHots (di S.A.D.A.P)











