. "Cerita Kita #SamaDenganCinta" . Sahabat, masih ingatkah ketika dulu kita masih sangat sering bersama menghabiskan waktu bersama? Masih ingatkah ketika kesibukan masing-masing belum lagi menjadi penghalang kebersamaan kita? . Dan aku teringat pada satu momen sederhana yang pernah kita alami bersama kala itu. Yaitu ketika kita makan di sebuah warung bakso dan tanpa sengaja menertawakan seseorang yang dengan penampilannya begitu menggelitik. Seseorang dengan tubuh kurusnya. Rambut gondrongnya. Serta sendal jepit, juga baju merah mudanya yang terlihat sangat baru. Dan penampilan uniknya tersebut berhasil mengocok perut kita. Bahkan tanpa sadar kita pun tertawa terpingkal². . "Sedang lomba ketawa ya, dek?" tegur seseorang -yang mungkin saking merasa terganggunya dengan tawa pecah kita. Namun hal itu tidak justru membuat kita sadar diri, bahkan justru tertawa semakin pecah. Dan hingga akhirnya si objek tertawaan menoleh terganggu pada kita, tawa kita terdiam sejenak, berganti rasa takut. Dan tanpa sempat menikmati bakso di tempat itu, kita memutuskan kabur karena takut bakal kena marah oleh si objek tadi. . Anyway, masih ingat panggilan yang kita sematkan pada orang itu? Tukul Pink. Tukul plesetan dari too-cool yang artinya terlalu keren, dan karena kerennya over-dose .. yang terlihat justru sebaliknya. Dan pink karena dia mengenakan outfit berwarna pink. . Semuanya itu telah lewat terjadi, yang tertingal hanyalah kenangan. Banyak waktu suka maupun duka kita habiskan bersama. Suka-duka adalah bagian dari cerita kita, dan cerita kita sama dengan cinta, karena cinta bukan hanya milik pasangan adam dan hawa, cinta pun juga milik sahabat. . Cerita Kita #SamaDenganCinta