ππππ§ππ₯ π©π©ππ£ ππ πππͺππ ππ‘πβ ππππ πππ π©ππ£Β ππππππ π©ππ£ πππππ πππππππ ππ.πππ
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Belarus

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
ππππ§ππ₯ π©π©ππ£ ππ πππͺππ ππ‘πβ ππππ πππ π©ππ£Β ππππππ π©ππ£ πππππ πππππππ ππ.πππ
Tuhan, Menjaga dalam Kebaikan
Berdoa saja untuk senantiasa dijaga dalam kebaikan. Karena apa yang menimpamu pasti akan membawa kebaikan. Entah dalam bentuk apapun itu.
Saya baru ingat di akhir bulan lalu saya sempat menuliskan sesuatu dalam catatan sederhana saya. Awalnya saya hanya berniat sekedar mengisi halaman kosong di tengah lembar-lembar yang penuh tulisan absurd. Mungkin seperti ini kalimatnya:
βTuhan, jagalah saya selalu dalam kebaikanβ
Sesaat setelah ingat kata-kata itu, saya diam dan kemudian membawa ingatan saya ke beberapa tahun yang lalu. Ingatan ketika saya secara tiba-tiba memutuskan untuk menggunakan hijab, meskipun sampai sekarang masih belum bisa menggunakannya secara sempurna. Di hari pertama saya memutuskan itu seseorang kecewa dengan keputusan saya, menganggap itu terlalu tiba-tiba dan menginginkan saya untuk melepasnya. Kemudian Allah membiarkan saya terluka karenanya, Allah mengambil bahagia saya waktu itu.Β
Kecewa? Sangat. Bahkan saya sempat mengutuk Sang Maha Pencipta. Keinginan baik saya berbenah sepertinya menjadi perenggut kebahagiaan saya waktu itu. Tapi Allah menunjukkan kebaikannya, Allah menjaga saya dalam kebaikan. Mungkin jika saya tidak dibuat terluka, saat ini saya masih dengan santai berkeliaran dengan rambut terikat dan membiarkannya terlihat oleh semua orang.
Kemudian kembali ingatan saya membuka lembar-lembar di beberapa tahun lalu. Ketika saya harus berkuliah di jurusan yang bisa dibilangΒ βini bukan sayaβ. Sejak awal masuk memang sudah tidak ada niatan untuk serius mengikuti perkuliahan dan berniat untuk pindah jurusan.
Dan lagi, Allah menunjukkan jalan lain. Lagi-lagi Allah sangat baik kepada saya, disaat saya serius berdoa agar mampu lolos tes untuk jurusan lain dan mengabaikan kuliah saya saat itu, Allah justru membuat orang tua saya bahagia karena IP pertama saya sangat memuaskan mereka. Selama itu baru saat itu saya benar-benar melihat orang tua saya bahagia dan bangga. Karena selama ini saya memang selalu menjadi trouble maker di keluarga kami. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan perjuangan saya di jurusan ini.Β
Mungkin jika waktu itu saya benar-benar pindah jurusan, bisa jadi akan membuat orang tua saya kecewa dan terbebani, dan mungkin akan selamanya saya merasa menjadi trouble maker. Betapa baiknya Allah kepada saya, dan Allah masih menjaga saya dalam kebaikan.
Tahun berganti, di akhir tahun ini saya merasa sangat dikecewakan Allah. Betapa tak tau dirinya saya, lagi-lagi mengutuk Allah. Menuduh Allah jahat kepada saya, banyak kehilangan yang saya rasakan. Hingga saya lupa bahwa saya telah melukai orang.
Saya tidak tau mengapa lagi-lagi Allah baik kepada saya, bahkan setelah saya kurang ajar. Allah menunjukkan bagaimana seharusnya saya menjaga prinsip, dan tidak mengingkarinya. Saya menggunakan prinsip saya sebagai alasan, kemudian seseorang terluka karenanya, padahal ketika itu bukan itu alasan saya sesungguhnya. Saya hanya ingin menjaga hati seseorang.
Allah tetap menjaga saya dalam kebaikan. Meski kecewa harus menjadi jalannya. Mungkin jika kebahagiaan itu dilanjutkan saya akan menjadi seseorang yang sangat jahat, menjadikan prinsip sebagai alasan, padahal bukan itu kenyataanya. Dan sekarang Allah tidak membiarkan itu, Allah membiarkan saya masih terlihat baik, setidaknya di depan orang yang sempat saya lukai. Allah tidak menunjukkan saya sebagai orang munafik yang menjual prinsip. Meskipun memang sebenarnya begitu.
Sekarang saya dikelilingi orang-orang yang menyayangi saya, Membiarkan saya dekat dan tidak membiarkan saya merasa sendiri. Akhirnya saya menyadari betapa banyak orang yang masih menginginkan saya tertawa, menjadi saya yang senantiasa ceria. Bahkan ketika saya terpuruk masih ada yang mampu membantu saya untuk berdiri, padahal selama ini saya merasa telah mengabaikan mereka. Allah menunjukkan kebaikan yang tersembunyi.
Betapa banyak Allah memberikan kebaikan untuk saya. Allah senantiasa menjaga saya dalam kebaikan. Dan kalimat itu sekarang bukan hanya pengisi halaman kosong. Sudah menjadi obat ketika saya merasa terluka, mengingatkan banyak kebaikan yang Allah berikan kepada saya. Mengingatkan saya ketika saya lupa untuk bersyukur.
Sekarang saya menyadari bahwa kata-kata,
Allah memberikan apa yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan.
benar adanya.
Berprasangka baiklah kepada Allah, karena kamu tidak tau apa yang sebenarnya Allah rencanakan.
Tidak ada maksud untuk mengumbar cerita. Hanya ingin berbagi dan meluapkan isi hati. Silahkan berprasangka apapun tentang saya, dan terima kasih untuk yang memutuskan diam tanpa berkomentar buruk.
Malang,
Aku.