Tauhid Dalam Pekerjaan
Beberapa hari ini, cowok gw keliatan lebih ganteng gitu dari biasanya. Liat dia cuci motor aja kayak gimanaaa gitu, degdegan sendiri. Setelah gw pikir-pikir, gw curiga jangan-jangan ini adalah tanda-tanda transferan bulan depan bakal naik.
Ngomong - ngomong soal transferan, kami sama-sama bukan pekerja tetap yang setiap bulan mendapatkan jumlah pendapatan yang sama. Gw sendiri bekerja per project riset yang gw kerjakan, cowok gw beda lagi. Kami memilih demikian supaya dapat waktu yang fleksibel, meskipun kerjaan bisa lebih banyak, bisa lembur-lembur di hari libur, bisa pusing ketika sepi, bisa pesta ketika kaya (halah lebay).
Masing-masing orang memang punya cara yang berbeda dalam mencintai keluarga. Kami melakukannya, supaya punya fleksibilitas dalam mengunjungi keluarga mengingat kedua keluarga kami saling berjauhan. Beda lagi dengan sahabat gw, yang memilih jadi PNS juga karena mencintai keluarga, ya untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan stabil.
Beda-beda memang orang memilih. Ada yang memilih penghasilan tetap meski segitu-gitu aja; ada yang mau pneghasilan tetap tapi besar; ada yang ambil resiko dengan dinamika jumlah penghasilan yang berbeda-beda tiap bulan (bisa naik bisa turun). Kalo gw sih, pinginnya punya penghasilan besar yang terus meningkat setiap bulan, wkwkwk.
Tapi gini. Dengan penghasilan yang tidak tetap jumlahnya, gw belajar bahwa disitu ada ujian tauhid yang berat. Kadang dengan kesulitan, kadang dengan kemudahan. Betapa kadang uang bisa semudah itu datang, tapi bisa juga sesulit itu didapat. Ketika mudah diuji syukur, ketika sulit diuji sabar.
Kadang dalam jangka waktu tertentu, uang seperti berada dalam selokan yang mampet penuh dengan penutup. Mau jungkir balik kayak gimana, uang itu tidak mengalir. Sampai bertanya-tanya kapan ini berakhir, dosa sebanyak apa yang menutup jalan itu?
Disitu ternyata posisi istri banyak diuji, salut sama yang bisa melalui tanpa mengeluh dan drama. Lalu sekalinya penutup dibuka, uang mengalir lancar. Disitu juga posisi istri diuji, digunakan untuk kebaikan atau beli Kiehls skin care yang udah lama diinginkan diperlukan.
Kelebihan pekerja tidak tetap juga banyak, ya tergantung sih profesinya apa. Temennya sahabat gw ada yang bisa dapat hingga 40 juta setiap bulan dengan berjualan gambar di Shutterstock padahal sehari - hari di rumah aja. Orang ngira dia main pesugihan kali ya. Di sisi lain, yang tidak semudah itu juga banyak. Yang nunggu job ga hadir-hadir, duit kehabisan mulu. Macem-macem lah model rezeki uang ini. Semuanya ujian deh apa tetap berprasangka baik sama Allah. Dan itu gak gampang, sulit banget malah.
Yang punya penghasilan tetap pun ada ujian tauhidnya juga. Apa hayo? Bisa aja kalau dia swasta dikejar-kejar dengan insecurity bahwa bulan depan di PHK. Bisa juga diuji dengan apakah dia mengandalkan Allah sebagai pemberi rezeki atau mengandalkan gaji dan perusahaan yang seakan bisa diandalkan.
Masing-masing pekerjaan, pasti bisa jadi media kita belajar tauhid sih ya. Semangat buat para pencari nafkah yang sedang di masa kesulitan, insyaa Allah kondisi itu akan segera berlalu. Kita perbanyak istighfar aja.

















