The Right Fabric For Your Kebaya
Bingung milih kain untuk kebaya? Sekarang sesuai dengan perkembangan mode, kebaya udah gak lagi menggunakan bahan kain brokat, kain organdi, atau kain koal halus doang say.. Bahan kebaya sekarang makinbervariasi mulai dari kain sifon, tule, maupun lace. Berikut beberapa bahan kebaya yang bisa menjadi pilihan untuk menjahit kebaya kamu. Yuks dilihat~
Katun merupakan jenis kain yang paling sering dijadikan bahan kebaya dari dulu hingga sekarang. Bahannya yang lembut dan gak panas membuat kain ini menjadi favorit para perempuan pemakai kebaya. Hayo, kamu salah satunya bukan? Kain katun juga mudah diaplikasikan seperti dijahit dan dibordir. Teksturnya yang lembut dan menyerap keringat sangat cocok digunakan untuk kebaya model encim lohhh..
Berikut beberapa ciri kain katun :
– serat benang kurang halus
– bahan terasa dingin dan sedikit kaku
– mudah menyerap keringat
– pakaian/kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen
Kain brokat yang terkesan glamor ini memang banyak digunakan sebagai bahan kebaya. Idola banget deh brokat ini buat kebaya.. Brokat terdiri dari 3 jenis , yaitu brokat Prancis, brokat semi Prancis, dan brokat lokal. Brokat terbaik adalah brokat Prancis, tapi jangan salah loh sekarang Indonesia pun sudah mampu memproduksi kain brokat dengan kualitas cukup bagus. (Cintai produk lokal hehe..) Kebaya yang dibuat dari bahan kain brokat sangat cocok untuk dijadikan pakaian malam yang mewah buat dinner romantis gitu ulalaa..
Eh tapi Brokat bukan renda loh ya, bukan pula bordir, atau kain lainnya. Brokat atau brocade adalah jenis kain yang kaya akan dekorasi dengan atau tanpa benang emas dan perak. Brocade berasal dari akar kata yang sama dengan brocolli, dari kata Italia broccato yang berarti kain yang di-embos. Seringkali brokat menampilkan pola yang rumit, misalnya bunga-bunga, tanaman, dan unsur-unsur alam lainnya. Kalau brokat pola bebatuan ada gak yaaa? :p
Organdi memiliki tekstur yang lembut, berkilau, tapi bisa menahan bentuknya dan cocok untuk menimbulkan efek volume atau mengembang. Tekstur dan warnanya memberi kesan mewah dan cocok untuk kebaya pesta atau kebaya pengantin. Tapi, jenis kain ini sangat tidak menyerap keringat dan lebih kaku dari kain katun. Banyak yang menjadikan kain organdi sebagai kebaya karena menimbulkan kesan yang tidak kalah mewah dibandingkan dengan brokat.
Taffeta adalah kain yang ditenun dari sutra atau serat sintesis yang halus. Berasal dari bahasa Persia yang berarti tenunan memutar. Kain jenis ini sering dianggap kain mewah karena cocok digunakan untuk haun pesta dan pernikahan. Serat benang taffeta jauh lebih kaku dibandingkan organdi. Awalnya taffeta diproduksi dengan alat tenun manual, tetapi sejak tahun 1990, kain ini sudah bisa dihasilkan oleh alat tenun mesin di daerah Bangalor. Negara Cina dan negara-negara di Timur Tengah juga menghasilkan kain taffeta. Namun kain yang dihasilkan tidak pernah sebagus buatan India yang kini masih mendominasi dalam produksinya. Penghasil kain taffeta terbaik masih di Prancis, Italia, dan Inggris. Kain taffeta termasuk jarang digunakan untuk pembuatan kebaya selain harganya relatif lebih mahal juga susah dibentuk. Namun, setelah dikombinasikan dengan jahitan bordir, kebaya yang dihasilkan sangat unik dan elegan.
Kain tulle termasuk dari salah satu kain yang ringan dan berbentuk jala dengan lubang kecil. Dulu kain ini hanya dipakai oleh pengantin atau penari balet, namun kini kain ini sudah sering digunakan sebagai kombinasi untuk busana yang lebih modern. Kain tulle terbuat dari berbagai serat, seperti nilon, rayon, dan sutra. Kain tulle termasuk pilihan favorit untuk bahan kebaya karena mudah untuk diaplikasikan dengan payet dan bordir. Selain itu kain ini mudah membentuk siluet tubuh dan menjadikan busana kebaya yang anda pakai terlihat anggun dan menawan. Kain tulle memiliki beragama warna dan jenis, mulai dari yang kaku hingga yang lembut bahkan sekarang juga tersedia kain tulle yang bertabur glitter sehingga memberi kesan berkilau. Kain tulle yang mempunyai karakter ringan, kuat dan tahan lama .
Satin adalah jenis kain yang ditenun dengan menggunakan teknik serat filamen sehingga memiliki cirikhas permukaan yang mengkilap dan licin. Satin digemari terutama karena membuat si pemakai terlihat glamor, sensual, dan lebih feminim. Satin yang mengkilap dipercaya akan membawa pikiran ke alam fantasi dibanding bahan dari kain biasa. Sebelumnya, satin telah banyak digunakan sebagai bahan untuk pakaian pesta dan pakaian tidur atau piyama. Harga kain satin juga terjangkau, membuatnya semakin banyak diminati untuk dijadikan bahan kebaya.
Kain Chiffon atau Kain sifon merupakan kain yang terbuat dari sutra, katun, nilon, polyester, atau rayon. Kain ini cenderung tipis dengan kilau samar dan penenunan sederhana. Kain Chiffon atau sifon cocok digunakan untuk pakaian formal seperti kebaya dan cocok juga untuk gaun malam. Dalam pakaian resmi, kain sifon sering digunakan sebagai lapisan di atas kain lebih buram. Kain mengambang di atas, menambahkan kilau dan tekstur untuk gaun. Kain sifon ini juga digunakan untuk atasan, rok, dan gaun serta syal, ikat pinggang, dan aksen.
Sekarang kain sifon juga lagi ngetrend dikalangan para hijabers karena bahannya yang adem dan memberikan kesan jatuh yang cantik ketika digunakan sebagai jilbab.
Gimana say? Pada pilih kain yang mana nih buat dijadikan kebaya? Dipadu padankan juga bagus kok asal sesuai ajaaa.. Bisa banget loh konsultasi sama penjahit favorit kamu dalam memadu padankan bahan yang pas dan sesuai. (RAW)
https://kabayas.wordpress.com/info-3/jenis-bahan-kain-kebaya/
http://bahankain.com/2013/06/11/mengenal-kain-sifon-atau-chiffon/#sthash.CqCCj64m.dpuf