ADIK-ADIK MADRASAH, KALIAN MENAKJUBKAN . Siang kemarin, saya melintasi jalan kabupaten melihat ratusan atau mungkin ribuan adik-adik melaksanakan solat jumat dan berdoa bersama. Setelah menyimak, merinding saya memperhatikan kekompakan kalian dalam memperjuangkan hak. Ya, Madrasah diniyah bagi sebagian orang mungkin hanya aktifitas margial, perlengkap dan sampingan. Namun, tidak bagi adik-adik ini, ia memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar agama dan mengenal Tuhan. Adanya PerMen No. 23 th 2017 tentang hari sekolah yg mengatur sekolah 8 jam sehari selama 5 hari atau full day school. Membuat keinginan mereka tandas. . Lagi-lagi saya hanya bisa salut dengab adik-adik yang dengan kemauannya sendiri berani bersikap kritis berprotes. . Bagi saya dan angkatan saya, mungkin kami habya mampu menerima dengan anggukan pelan tanpa nyali berkomentar. . Namun, jika ada kawan ataupun kakak atau bahkan orang tua kalian mencibir, lebih aman di sekolah, jadi ngk ada rengekan, ortu bisa santai, kalau ngk FDS juga ngk menjamin anak disiplin madrasah, gua ngaji tiap siang malam ampe sore juga biasa-biasa aja, maklumi aja sih, toh peraturannya ngk harus semua sekolah, ngapain sih kek gitu banget, kurang kerjaan. Maka jawab dengan gagah, 'dalam prespektif paling liberal sekalipun, kita ini konsumen dari jasa dan produk yang diproduksi negara, wajar dong kalo kita protes' . Jika peraturannya fleksibel dan tidak utuk semua sekolah, saya rasa pemerintah telah taksa dalam membuat peraturan. Semoga segalanya bisa kembali membaik dengan adil, dan dengan penempatan yang sesuai dengan tempatnya. #savemadin #savemadrasah #tolakfulldayschool (di Kota Slawi - Tegal)







