Tersebutlah Rohingya, etnis yang sejak 1982 selalulah dipermasalahkan status kewarganegaraannya. Tidak diperbolehkan menempuh pendidikan tinggi, tidak juga menjadi pegawai negara . . Mereka dicerca disiksa, dihina ditindas, rumah rumah dan masjid dibakar dalam kebengisan penguasanya . . Jangan heran jika dunia masih diam dipandang, memilih sikap tak acuh juga tak geram. Karena sejatinya pemaknaan teroris telah terkungkung dalam image wajah berjenggot kepala berpeci tubuh berjubah . . Makna makna yang mengakar kuat dan menjadi phobia masyarakat tersebab campaign yang dengan kedengkian ia dibuat . . Belum ada yang terbukti mampu menyelesaikannya, menuntaskan hitam petakanya. Baik oleh tokohnya Aung San Suu Kyi yang konon pernah mengantongi Nobel perdamaian atau oleh orang orang ASEAN sekalipun . . Saya bingung, HAM manakah yang mereka elukan ? Sangat sangat muak saya dengan adu mulut pembelaan mereka. HAM yang mana (lagi) yang kita perjuangkan jika setiap jiwanya menuntut hal serupa ? . . . Lantas mengapa kau tidak duduk sejenak, cernalah dengan kejernihan akal, barulah kemudian mengambil solusi yang saat ini bahkan sedang bangkit dalam arusnya. Mari berjuang bersama !! #BringBackIslam #SaveUmmah #SaveUmmahWithKhilafah #BukanPencitraan #SharingIlmu ================================== Gambar dan sumber : @khilafaharts








