Rapunzel Asrama
betapa bodohnya aku, berpura tidak tau berapa banyak ksatria yang tertarik padamu betapa naif diriku, mencoba acuhkan mereka semua .. betapa tinggi anganku, mengharapkan balas kasih dari seorang rapunzel asrama, bagaikan pungguk yang merindu rembulan, seorang pria kesepian menanti seorang dambaan.. duduk termenung diantara malam dan tengahnya ditemani dinginnya angin senja, bersandar pada dinding tua .. bersama semua angan, harapan, dan penantian .. aah bodohnya aku, hanya diam tanpa berkata kutinggikan gengsi kuutamakan segan, kucoba pungkiri, namun nista,dan dusta yang tersisa makin dalamnya kusimpan rasa makin tingginya rasa yang tumbuh nantinya, lantas apa yang bisa ku perbuat selanjutnya ? menunggu keajaiban datang ? menantikanmu datang padaku ? menunggu sebuah sapaan merdu suaramu ? ooh tuhaan, aku mulai lagi .. berangan sesuati yang mustahil bagiku .. bagaimana bisa seorang yang bukan siapa-siapa berangan mendapatkan rapunzel asrama bagaimana bisa seorang yang belum punya apa-apa mengahapkan bantuan semesta, bagaimana bisa ? bagaimana bisa itu semua jika aku hanya duduk, berangan, dan menanti keajaiban tanpa adanya usaha tuk menunjukan
usaha bodoh yang kulakukan sebelumnya ?










