‘The Messenger’ ala SeHAMA 8
“When life leaves us blind. Love keeps us kind,” begitu sepenggal lirik dari ‘Linkin Park – The Messenger’ yang disenandungkan oleh Ahmad Rifai dan Penti Aprianti.
Petikan gitar ‘kiri’ yang dibawa Fai serta dibarengi oleh nada-nada merdu yang dilantunkan ala Penti, mengubah ‘The Messenger’ menjadi sedikit lebih santai. Beda dari yang biasa dibawakan oleh Chester Bennington, sang vokalis sebenarnya.
Seperti dikutip dari artistdirect.com, pada wawancaranya Chester menjelaskan, lagu ‘The Messenger’ sendiri pada awalnya dibuat sebagai pesan untuk keempat anaknya tercinta.
“I knew I was going to write a letter to my kids, basically. It's telling them you're getting ready to go out into the world, you're going to get kicked around, it's going to be tough and you're going to find yourself in some painful situations, but here's what's important—you're always going to be loved by your family, and that will always get you through. That's going to be the one lifeline that you have which will pull you through all of this chaos around you,” ujar Chester.
Sebagaimana arti dari judul lagu tersebut, Chester meninggalkan pesan pada umumnya bahwa, ketika siapapun kamu menemui kesulitan atau berada pada titik kekosongan dalam hidup, percayalah, bahwa masih ada orang-orang yang peduli denganmu. Akan ada orang dengan segenap cinta membawamu dan menjadi pemandu jalanmu untuk kembali bangkit dan mengisi hari-harimu.
‘The Messenger’ menjadikannya sebagai lagu asik nan sederhana, namun sarat akan makna.
Video ini sendiri diambil dengan alat seadanya oleh Geril di sela-sela akhir dari selesainya program SeHAMA, sekaligus memperlihatkan kondisi Wisma KontraS yang sedikit mengalami perubahan.
“When you’ve suffered enough and your spirit is breaking, you’re growing desperate from the fight. Remember you’re loved and you always will be, this melody will bring you right back home,” tutup Chester dalam liriknya.











