"Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah." (HR. Abu Dawud) Gerakan sehatkan Indonesia dengan sedekah bersama Swamedika Nusantara. "Mens sana in corpore sano" #SwamedikaNusantara #SehatdenganSedekah #healthpsychology #indonesiasehat
seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from United States
seen from Yemen

seen from Brazil

seen from Australia

seen from Australia

seen from United States

seen from Jordan
seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Sweden
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Poland
seen from Spain
"Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah." (HR. Abu Dawud) Gerakan sehatkan Indonesia dengan sedekah bersama Swamedika Nusantara. "Mens sana in corpore sano" #SwamedikaNusantara #SehatdenganSedekah #healthpsychology #indonesiasehat
BERAPA KALI MENCUCI HANDUK SETELAH DIPAKAI?
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Arizona baru-baru ini menemukan handuk sebagai tempat bersarangnya bakteri penyebab penyakit. Agar terhindar dari berbagai penyakit, berapa kali sebaiknya anda mengganti handuk?
Idealnya handuk dicuci setelah 3-4 kali pemakaian. Menurut badan kesehatan konsumen dan lingkungan AS, penggunaan handuk yang lebih lama dari itu berarti kuman dan bakteri sudah berkembang.
KONDISI TROPIS DI INDONESIA
Jika melihat kondisi cuaca tropis di Indonesia dan kebiasaan masyarakat mandi dua kali sehari, sebaiknya handuk diganti rata-rata 1-2 kali seminggu hingga satu bulan sekali. Hal ini juga tergantung kebiasaan untuk menjemur handuk di tempat panas setelah digunakan.
Semakin lama dibiarkan tidak terkena cahaya matahari, maka akan semakin besar potensi kuman dan bakteri bersarang. Mengingat saat lembab, handuk dapat menjadi sarang penyebaran berbagai penyakit kulit seperti panu, kudas, dan kurap.
Kondisi ideal mengganti handuk melihat pada fungsi handuk yang kerap digunakan untuk mengeringkan badan usai mandi. Sel kulit mati yang ikut terseka dan tidak menutup kemungkinan beberapa akan menempel di serat kain handuk.
Pada saat mengeringkan tubuh pula, handuk akan menjadi lembab. Kombinasi antara sisa kulit mati dan kelembaban handuk menjadi tempat bersarang bakteri dan kuman.
HANDUK TIDAK UNTUK BERBAGI
Selain mengganti handuk dan menjemurnya di panas matahari, usahakan juga untuk tidak menggunakannya secara bergantian. Kebiasaan ini membuka peluang untuk penyebaran penyakit saat bakteri atau kuman dari kulit orang lain menempel di handuk, kemudian anda pakai secara bergantian.
CARA MENCUCI HANDUK
Karena memiliki bahan yang tebal handuk sangat mudah mengunci kelembaban dan juga membuatnya mudah berbau. Meski begitu tidak disarankan mencuci handuk dengan deterjen yang mengandung pewangi karena justru bisa mengunci bau.
Jika Anda sedang sakit, disarankan untuk mencuci handuk dengan bahan disinfektan, misalnya bahan klorin pemutih jika handuk Anda berwarna putih, atau disinfektan lain jika handuk Anda berwarna.
Handuk juga sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari langsung dengan cara dilebarkan agar seluruh bagiannya menjadi kering.
HANDUK WAJAH
Sementara itu, untuk handuk wajah sebaiknya segera dicuci setiap kali dipakai. "Jika hanya dipakai untuk mengelap wajah yang kering, tidak apa dipakai beberapa kali. Tapi jika biasa dipakai untuk mengelap keringat atau kosmetik, gantilah setiap habis dipakai," kata Dr.Eric Schweiger, ahli dermatologi.
Dilansir dari berbagai sumber
Follow us Twitter : @Swamedika Line official : @ngg5380a
Sudah masuk Hari ke 7 Ramadhan. Pernah merasa cepat haus setelah sahur atau siang hari sudah merasa haus? mungkin karena nggak sahur atau makan/minum nya yang bikin cepet haus, kawan.
Ternyata, makan asin atau garamnya tinggi seperti ikan atau telur asin bisa menyebabkan cepat haus. Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik Tirta Prawira Sari, "Kandungan garam tinggi bisa menarik cairan banyak sekali, sehingga sel-sel kita akan kekurangan cairan karena ditarik oleh garam tadi. Akhirnya menjadi dehidrasi, sehingga kita mudah merasa haus".
Selain itu, saat sahur sebaiknya tak perlu minum teh dan kopi karena memiliki efek diuretik sehingga selalu pengin pipis, pengeluaran jadi lebih banyak. Jadi kemungkinan untuk dehidrasi juga.
Bagi sahurnya yang terburu-buru, mi instan adalah makanan favorit. Dokter Spesialis Gizi Klinik Saptawati Bardosono mengatakan bahwa konsumsi mi instan saja bisa membuat tubuh tak bertenaga saat berpuasa. Mi instan berbahan dasar tepung ini, sangat mudah dicerna sehingga membuat orang akan cepat lapar kembali. Mi instan pun menggunakan bahan pengawet yang tak baik untuk kesehatan.
Lalu, makan atau minum apa yang membuat tidak cepat haus?
Kepala Instalasi Gizi RSHS Bandung, dr. Asep mengatakan bahwa pada dasarnya, yang harus dikonsumsi saat sahur adalah gizi seimbang. Namun yang paling disarankan adalah protein, terutama protein hewani (daging, telur, dan ikan). Dengan mengonsumsi protein saat sahur, energi yang diolah akan tahan lama sehingga orang yang berpuasa tidak terlalu cepat merasakan lapar.
Disarankan juga sahur dengan menu sayuran dan buah-buahan karena serat pada sayuran dan buah-buahan relatif lama untuk dicerna tubuh sehingga membuat individu merasa kenyang lebih lama
Dilansir dari berbagai sumber
Bulan Ramadhan, jangan sampe nggak bersedekah nih. Pahalanya gede dan gak pernah habis kalo terus berkelanjutan. Apalagi sedekah dgn harta yang paling kita cintai. In shaa Allah langsung dilihat sama Allah dan malaikatnya.
Ramadhan sudah di depan mata! Biasanya sembako dan harga lain pada ngelonjak, kawan. Yuk ah, hadirkan selalu sedekah dalam perdagangan kita. Biar berkah! Aamiin
Sungguh sedekah itu amat baik, kawan. Jadi, sedekah lah dari sesuatu yang halal dan baik. Bukan dati hasil curian bahkan rampasan hak orang lain (red : korupsi).
Sering merasa lemas dan malas gerak setelah makan? Bukankah makan seharusnya memberikan asupan energi dalam tubuh sehingga tidak membuat lemas bahkan malas bergerak.
Check it out!
Sering bahkan menjadi kebiasaan konsumsi buah dan minum teh setelah makan adalah salah satu penyebabnya. How come?
Konsumsi buah, baik buah segar maupun jus buah, dicerna dalam tubuh dengan cepat karena sifat buah yang mudah dicerna. Akan tetapi, ketika masih ada makanan dalam lambung menyebabkan buah akan diam lama, terfermentasi dan menyebabkan gas. Apabila hal ini menjadi kebiasaan, maka saluran pencernaan akan melemah karena harus bekerja ekstra dari biasanya.
Begitu juga dengan minum teh setelah makan. Interaksi antara asam fitat yang terkandung dalam teh yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Oleh karena asam fitat merupakan zat nongizi yang dapat mengikat mineral besi (Fe), seng (Zn), atau magnesium (Mg). Akibatnya, mineral-mineral tersebut tidak dapat diserap oleh tubuh. Dikhawatirkan akan menyebabkan anemia atau kekurangan zat besi hingga kehilangan energi dan stamina tubuh.
Oleh karena itu, dr. Dian Novita C. dari Departemen Ilmu Gizi FKUI menyarankan untuk memberi jeda minum teh setelah makan kurang lebih sekitar 2 jam. Selain itu, konsumsilah buah satu jam sebelum makan supaya nutrisi buah lebih cepat diserap tubuh. Kebiasaan ini juga membantu kita makan berlebihan di waktu makan.
Dilansir dari berbagai sumber
Aku sih pilih karib kerabat yang membutuhkan sedekah dulu. Kamu?