Bumiku kelu Puisiku ngilu Jiwaku Menuju beku . . . Selamat Hari Puisi. #cepatpulih#socialdistancing #covid_19 #selamatharipuisi https://www.instagram.com/p/B-AC-5ZFL0P/?igshid=fviz620aiq32
seen from Israel

seen from Germany

seen from Argentina
seen from Argentina
seen from Russia

seen from Germany
seen from Argentina
seen from Australia

seen from Sweden
seen from China

seen from Canada

seen from India

seen from Türkiye
seen from China

seen from Argentina
seen from United States

seen from Indonesia
seen from China
seen from United States
seen from Argentina
Bumiku kelu Puisiku ngilu Jiwaku Menuju beku . . . Selamat Hari Puisi. #cepatpulih#socialdistancing #covid_19 #selamatharipuisi https://www.instagram.com/p/B-AC-5ZFL0P/?igshid=fviz620aiq32
: ▪▫◾◽◼◻⬛⬜⬛◻◼◽◾▫▪ Manusia adalah puisi yang diciptakan tuhan dari tanah hitam surga, lidah api merah neraka & bening air semesta. Di atas arsy, dibacakan puisi itu dengan penuh cinta di hadapan malaikat, setan, dan zat-zat lainnya. Kemudian terbolak-baliklah puisi itu sekehendakNya. Hingga puisi itu dibedah, dipisah & diadili menurut ahlinya. Kembali menjadi air semesta, api neraka, atau tanah surga. #debusepatu #selamatharipuisi
"Ada orang yg menghabiskan waktunya berziarah ke makkah. Ada orang yg menghabiskan dirinya berjudi di miraza. Tapi aku ingin menghabiskan waktuku disisimu, sayangku. Bicara tentang anjing-anjing kita yg nakal dan lucu. atau tentang bungabunga yang manis di lembah mandalawangi. Ada serdaduserdadu amerika yang mati kena bom di danau. Ada bayibayi yang mati lapar di birafa. Tapi aku ingin mati disisimu, manisku. Setelah kita bosan hidup dan terus bertanyatanya. Tentang tujuan hidup yang tak satupun setan tahu. Manisku sayang, yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku. Tegaklah kelangit luas atau awan yang mendung. Kita tak pernah menanamkan apaapa. Kita tak pernah kehilangan apaapa. Nasib baik yg pertama adalah tidak dilahirkan. Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda. Dan yang tersial adalah berumur tua. Berbahagialah mereka yg mati muda. Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaan mu" -SOE HOK GIE- Kutipan syair pada salah satu film favorit saya dengan judul "GIE", dan salah satu tokoh yg bisa dijadikan contoh dalam membangun idelisme positif bagi saya. Bogor, 28 April 2017 #selamatharipuisinasional #selamatharipuisi
.. Sebab puisi adalah keabadian sekelumit rindu, cinta, senja; kesemuanya. Termasuk KAU. . . Selamat Hari Puisi Sedunia 21 march 2017 _____________________________ #puisi #puisiku #poetry #poem #tentangpuisi #menulispuisi #pecintapuisi #menulissetjangkirkopi #selamatharipuisi #happypoemday #perempuanpuisi #tumblr
TIGA SAJAK KECIL
/i/ Bayang - bayang hanya berhak setia Menyusur partitur ganjil Suaranya angin tumbang Agar bisa berpisah Tubuh ke tanah Jiwa ke angkasa Bayang - bayang ke sebermula Suaramu lorong kosong Sepanjang kenanganku Sepi itu, mata air itu Diammu ruang lapang Seluas angan-anganku Luka itu, muara itu /ii/ Di jantungku Sayup terdengar Debarmu hening Di langit-langit Tempurung kepalaku Terbit silau Cahayamu Dalam intiku Kau terbenam /iii/ Kita tak akan pernah bertemu Aku dalam dirimu Tiadakah pilihan Kecuali di situ? Kau terpencil dalam diriku - Sapardi Djoko Damono dalam Novel Hujan Bulan Juni
Surat Kau
Kau tak ada di kakiku ketika aku membutuhkan langkahmu untuk merambah rantauku. Kau tak ada di tanganku ketika aku membutuhkan jarimu untuk menggubah gundahku. Kau tak ada di sarungku ketika aku membutuhkan jingkrungmu untuk meringkus dinginku. Kau tak ada di bibirku ketika aku membutuhkan aminmu untuk meringkas inginku. Kau tak ada di mataku ketika aku membutuhkan pejammu untuk merengkuh tidurku. Mungkin kau sudah menjadi aku sehingga tak perlu lagi aku menanyakanmu. -Joko Pinurbo , 2013- Ini salah satu Puisi favorit saya dari seorang Joko Pinurbo. Selamat Hari Puisi Sedunia! Teruslah merapalkan puisi layaknya sebuah Doa.
Penyair
Dalam aku ditulisnya waktu
dialah idealis dalam pena
Mencabik kata, rotasi dengan lirihmu
Biar senja menjelma sutra lembut
Embun bertumpuk jadi awalnya.
Hujan usah bersikap,
surya menghujam nadi terbiru
Secarik medan perang suci dimuka
Bentang teguh tegap meradang
Cipta kata tombak tinta menerjang
Dalam kitab mencipta karya,
Dalam rasa menghidup sastra,
Penyair