Merayu Semesta (?)
Beberapa hari lewat dengan gusar. Tawa mereda, air mata mengalir, mulut membungkam. Sesekali sesal bersama benci hadir di tengah ragu, takut.
Tapi sadar adalah keharusan.
Mungkin Tuhan memang sedang menegur. Banyak yang terlalu sibuk hingga lupa saling sapa. Banyak yang terlampau membangga hingga lupa merasa. Banyak juga, yang terlalu acuh hingga lupa merindu. Apapun, siapapun, semua sedang diajar. Karena menjadi rapuh bukanlah pilihan.
Hei kamu si tahun cantik! Bisa kita berdamai?













