Self Dialogue #1: Good News from 13:13
(Sebenarnya aku jadi merasa menggunakan blog ini sebagai twitter dengan nyampah status ini sih hahahaha tapi biar lah, kan aku bisa #deletelater ya)
T: Ehm
Q: Apa?
T: Aku keterima jadi intern di October 18th Store!!! Wuhuu!! Akhirnya ga sepenuhnya nganggur dan dapat kesempatan belajar banyak :) Walaupun ini berbeda dari major yang kuambil semasa kuliah, tapi at least ini hobi aku, sesuatu yang aku suka dan insyaAllah aku akan enjoy disana.
Q: Lah Yas, jadi emang ga pengen ngejar karir di Biologi dong?
T: YA INGIN LAH. Aku ingin banget jadi scientist yang bisa membantu berbagai macam permasalahan di negri ini (eya). Ingin banget lanjut S2 dan mencoba kerja di berbagai tempat konservasi dan research, tentunya. Tapi aku juga ingin jadi seorang entrepreneur karena aku dapat bocoran dari dosen, teman KP, dan berbagai macam sumber kalo “Kalo lo mau banyak duit, jangan kerja di konservasi/tempat research”. Well, I always plan to live a triple life, as a scientist (and lecturer, I hope), an entrepreneur, and a wife+mom! (lebih dari tiga ini ya hahaha).
Q: Oh gitu
T: Iya, jadi ini semacam kesempatan untuk meraih salah satu mimpi aku. My thesis supervisor once said kalo aku harus membuka diri terhadap berbagai macam kesempatan kerja selain di bidang biologi yang lab-lab gitu. Misal kamu kerja di stock exchange, kamu kan jadi tahu bagaimana primer, chemicals, dan alat maupun sesuatu lainnya yang kamu pesan untuk keberjalanan riset kamu diurus. Bahkan kamu jadi lebih tahu cara yang lebih baik untuk mengirimkan itu karena kamu bekerja dengan bahan dan alat itu.
Atau kamu kerja di bank, salah satu anak bimbing beliau contohnya, dia bekerja di bank, lebih tepatnya di bagian yang mengurus pengembangan usaha. Dan kamu tahu, dia mengurus usaha yang bergerak di bidang bioteknologi. Waw ya. Aku baru tau bahkan ada spesialisasi seperti itu. Di benak aku ini seperti berkontribusi pada bidang yang kamu tekuni melalui bidang lain. Ini sangat dibutuhkan loh, bayangkan apabila orang yang mengurusi tetek bengek di bidang ini telah mengetahui (dan merasakan) bagaimana bekerja di bidang itu. Pasti banyak benefit yang bisa diperoleh dibanding kalau diurusi sama yang belum tahu.
Jadi, intinya, pikiran aku jadi lebih terbuka banget gitu. Dari yang sebelumnya ngotot kerja itu harus di yang major-related, jadi... tetep pengen kerja di yang major-related sih, tapi jadi makin ingin belajar banyak hal di luar itu. Wkwkw. Aku memang idealis sama yang satu itu, tapi idealis kan berarti tidak open-minded. Oleh karena itu, sekarang aku ingin memanfaatkan setiap kesempatan belajar yang aku bisa dapatkan dari segala aspek ilmu kehidupan. Dengan demikian, aku harap dapat lebih mengerti permasalahan apa yang sedang dihadapi di bidangku, sehingga studi master (dan Ph.D ku nanti, insya Allah) bisa didedikasikan untuk menyelesaikan masalah itu. Bukan hanya mengisi kehausan ilmu pengetahuan yang menggelora dalam hati dan pikiran aku (ea).
Q: Wow. A lot of thoughts, ya.
.
.
Ketika T adalah Tyas di dunia nyata (yang berwujud) dan Q adalah pemikiran dan keraguan Tyas yang selalu mempertanyakan pilihan yang T buat (Q juga nyata ya)
Self dialogues,
Tyas









