Udah lama ngak nulis opini nih. Hehe
Di LINE dan WA banyak banget bahasan soal panggilankucing atau catcalling. Intinya sih dari semua tulisan2 itu, bukan wanita yang salah karena aurat nya terbuka, atau pakaiannya minim lagi pula seksi. Tapi pria aja yang gak bisa jaga pandangan, jaga kemaluan, jaga mulut, jaga etika, jaga kesopanan. Jadi intinya yang salah itu laki-laki, cowok, dan juga pria. Kesimpulan itu diambil karena ada sebagian wanita muslimah yg sudah menutup aurat, bahkan jilbabnya panjang masih aja kebagian catcalling. Jadi intinya kesalahan bukan di wanita melainkan di pria, TITIK.
Menurut saya sih yang salah ituuu.. masyarakatnya. Masyarakatnya sakit, budayanya rusak. Lah kalo gitu saya bagian dari masyarakat dong? Yap betul sekali, saya bagian dari masyarakat yang rusak dan sakit itu. Lalu? Yang rusak ya diperbaiki, yang sakit ya harus diobati. Mempervaiki itu gak mudah dan obat itu biasanya pahit. Apa obatnya? Gimana pahit nya? Obatnya ya hentikan catcalling itu, dengan lisan kita, dengan teguran, atau laporkan ke pihak/ orang yang punya wewenang dilingkungan situ. Pahitnha ya tentu resikonya anda bisa diabaikan, dimaki-maki bahkan mungkin jadi korban catclaw atau cakar kucing jantan. Itu saja cukup? Ngak lah... tegur juga dong korban kalau pakaian nya emang kurang pantas atau langsung saja saya sebut seksi. Loh kok, kan katanya yang jilbabnya besar aja kena catcaling? Oke ini mah panjang bahasnya... enter dulu kali ya...
Saya bahasnya muter2 dulu ah biar jauh. Jujur saya dulu pernah jd pelaku catcalling, motivasi nya adalah iseng, orang iseng itu = gak punya kegiatan bermanfaat. Biar apa coba manggil cewek, godain cewek? Biar keren, biar gaul, biar dibilang gak cupu. Standart keren & gaul dari mana itu? Nilai dari mana itu? Budaya mana itu? Lalu apa hubungannya sama pakaian seksi? Itu keren menurut budaya yang populer. Budaya mana itu? Mungkin kalian bisa cari tau dan simpulkan sendiri... hehe. Terus hubungannya sama pakaian wanita apa? Karena makin menggoda pakaiannya cowok juga makin berani godainnya. Kata siapa? Kata saya barusan. Jadi solusinya? Mulailah perduli dengan lingkungan, apapun agamanya Islam mewajibkan seorang muslim bermuamalah dengan baik dengan siapa saja. jika ada kemunkaran bertindak dulu bukan posting sosmed dulu.
Sebenarnya yang buat saya gregetan adalah yang menjadikan catcalling ini pembenaran untuk berpakaian cabe2an style, itu katanya urusan masing2 sama Tuhan gak usah ikut campur. Oke menyampaikan kebaikan juga urusan masing2 orang dengan Tuhan, dont follow mix! Jangan ikut campur! Lagi pula hukumnya wajib, kalo gak mau ikutin ya udah lah, lempeng aja jangan menghina kelompok, golongan, pakaian, dan pilihan penyedap rasa, orang jepang aja santey... eh apa sih... Pokoknya yang paling penting untuk yg menyampaikan kebenaran jangan maksa2 juga sampai memaki-maki bawa-bawa Mononatrium Glutamat segala. Selow aja, kewajiban anda hanyalah menyampaikan, hidayah ada di tangan Allah. Sampaikam dengan baik, dengan santun, niatkan ibadah.
Udah gitu aja sih, btw saya udah kapok kok catcalling biarlah itu masa lalu yang cepat berlalu, hehe. Semoga korban catcalling ini diberi kelapangan hati untuk bisa memaafkan, ingat lho MEMAAFKAN aja, bukan MEMBIARKAN, atau MEMAKLUMI. Keburukan itu harus dihentikan.
Nb: kalo ada typo maklumi saja, malaa ngedit