Tuan
Aku, pernah merasakan apa yang engkau rasakan saat ini.
Hal-hal yang engkau tunjukkan yang kiranya engkau ada ketertarikan, aku sudah lebih dulu tertarik dan terpaut.
Aku dan kamu, kukira sama.
Ada, masih ada hal-hal sama yang dulu pun aku menyukainya, tapi ternyata sekarang aku tau kalau itu salah.
Frau salah satau mesin penenun hujannya, ada lagi, dia perempuan juga, aku sudah lupa. Huruf depan dari namanya D kalau tidak salah. Perempuan seumpama Frau, yang dulu kukira syahdu juga lirik-liriknya. Fstvlst kamu tau?
Tapi sungguh, barat dan timur sulit bersatu, begitu juga Al Qur'an dan lagu, aku jelas memilih Al Qur'an, sekarang. Fiersa, dan lainnya sudah harus kutinggalkan.
Iya, dulu juga kukira aku sepertimu. Mungkin jika aku masih begitu, kita bisa bersama-sama nonton movie dg judul yang sama. Iya, aku juga lebih milih joker ketimbang danur. Aku juga menyukai Choi Cul Sho sebagai sosok suami yang hebat.
Greenpeace dan hal-hal lain di dirimu, aku kira itu aku. Sepertinya kita memang mirip, pikirku.
Jauh sebelum kini kutau engkau dan semua ketertarikanmu. Dulu sekali, ketika baru sedikit aku tau tentangmu, aku sudah menyukaimu. Iya, bahkan saat masih bersama kak E. Aku bahkan mendoakan kalian, walau ada rasa cemburu. Haha.
Aku pun tak menyangka, alhamdulillah. Bisa gitu ya? Seorang fans setidaknya diberi kesempatan untuk menyapa dan dibalas sapa sama idolanya. Itu lebih dari cukup. Tapi kenapa aku ngelunjak?
Mungkin karena harapanku dari awal, maybe one day we will get married.. itu aku sudah kepikiran waktu kita masih SMA.
Pikirku sangat sederhana, aku menyukaimu, sungguh ada nilai besar di dirimu. Di usia sekecil itu tapi aku sudah yakin betul engkau adalah sosok agung. Mungkin kalau kalimat sekarang "visioner"? Tapi memang kuakui, hingga kinipun kau adalah high quality man, tuan.
Semoga, engkau pun nanti akan sampai pada masa, meninggalkan hal-hal yang harus ditinggalkan; memulai apa yang harus dimulai; dan meneruskan apa yang layak untuk diteruskan, aamiin.
Sampai jumpa lagi, jika memang akan ada perjumpaan.
See you when I see you!









