Kuputuskan Kepalanya
Pukul 9.30 kuikuti arah menuju sekolah dasar di samping SMP ternama di kotaku untuk menjemput salah satu (bukan salah dua) anak tercinta. Sedari pagi ia telah berpesan untuk ditunggu setelah saya selesai mengajar. Ternyata yang ditunggu belum-belum juga keluar dari komplekan sekolah, sementara di barisan depan tampak kaum ibu marjinal yang mungkin sudah diminta putra-putrinya menjemput telah…
View On WordPress













