Hari itu pasti akan datang!
Aku ingin mengakhiri semuanya. Semua gelisah ku. Semua sedih ku. Semua sesak ku. Semua cemas ku. Semua ketakutan ku. Dada ku pikiran ku sudah terlalu penuh. Sebentar lagi akan meledak.
Bagaimana? Bagaimana caranya? Bantu aku. Ingin ku ulas lagi senyum tanpa beban itu. Gelak tawa yang memenuhi ruangan. Yang membuat dada ku menjadi lapang. Semakin hari semakin sulit. Pikiran dan hatiku dipenuhi firasat buruk entah darimana. Lelah. Sungguh.
"Waktu kecil kamu nggak gini. Kamu anak yang ceria." Kalimat itu keluar dari mulut ibuku. Aku terdiam, lalu melihat kebelakang. "Beda buk. Aku yang sekarang bukan aku yang dulu. Udah beda." Hanya jawaban itu yang mampu ku keluarkan. Tetapi, entah kenapa aku tidak bisa melihat dan membayangkan tawa riang saat ku kecil. Bahkan beberapa kenangan indah di masa kecil. Sulit sekali untuk mengingatnya. Kenapa?
Waktu kecil. Kita belum tahu apa-apa. Kita tidak menyadari bahwa saat dewasa dunia ini kejam. Terasa mencekam. Dunia akan mencekik mereka yang lemah. Mereka yang cengeng sepertiku. Ternyata dunia ini, kini telah menggerogoti seluruh tubuhku.
Apakah hari itu akan tiba? Hari dimana rasa gelisah ku. Sedih ku. Sesak ku. Cemas ku. Ketakutan ku. Lalu dada serta pikiran ini menjadi bersih lagi?
Aku ingin tersenyum. Tersenyum bahagia. Bahagia karena aku memang bahagia. Bukan bahagia palsu.
Hari itu. Hari dimana aku akan tersenyum dan bahagia tanpa beban. Aku akan menantinya. Aku akan mencarinya. Menggapainya. Semuanya nanti akan indah. Indah pada waktunya. Semuanya akan baik-baik saja. Aku akan baik-baik saja.















