Aku menatap punggungnya dari kejauhan. Punggung yang sudah bertahun-tahun aku lihat. Punggung yang setiap tahun memberikan kekuatan untukku. Punggung yang semakin tahun semakin terlihat kokoh. Sebentar lagi senja tiba. Senja yang mempertemukan kami di sini. Dan senja yang membawa kami kembali ke sini. Dia tetiba berbalik badan menghadapku. Bibirnya melengkungkan senyuman. Matanya pun berbinar. "Cepat ke mari, Ghe!" panggilnya setengah berteriak sambil melambaikan tangan. Aku tersenyum. Tingkahnya masih sama seperti saat pertama kami bertemu di sini. Aku bergegas melangkahkan kaki menuju dia. Momen senja kami hampir tiba. Dan saat aku tiba di sisinya, dia menggenggam jemariku. Aku membalas genggamannya ringan. Matahari berjalan perlahan menuju peraduannya. Genggaman tangannya kurasakan semakin menguat. "Selamat Senja ke-15, Sahabat," ucapnya dengan nada sarat kegembiraan. "Selamat Senja ke-15, Sahabat," ucapku pelan sambil meletakkan kepalaku di bahunya. (Picture by: sambonaventura)















