#SerialKarir: Membedah kata "Manfaat", dan Relevansinya dalam perjalanan mencapai "Puncak Karir" (Part #1)
Disclaimer: Tulisan ini dibuat berdasarkan pemikiran dan pengalaman pribadi, yang didapat selama > 8 tahun berkarir di dunia profesional sebagai "orang kantoran" (mampir ke LinkedIn saya). Sengaja ditulis untuk dibaca anak-anak saya, dan sebagai catatan pribadi yang suatu saat nanti perlu saya baca ulang sebagai pengingat, atau perlu saya koreksi jika ada yang keliru.
Introduction
Ada satu "quotes" yang inspiring dan saya jadikan rujukan selama ini, dalam perjalanan membangun kepercayaan di dunia profesional. Dunia yang sementara ini saya jadikan jalan ninja untuk menggali pontesi diri, sekaligus berkhidmat sebagai hamba.
Saya selalu bermpimpi bisa menjalankan dengan baik isi "quotes" tersebut di manapun, dan kapanpun.
--
Mayoritas dari kita sudah hafal dan sangat tahu bahwa, Rasulullah ﷺ bilang kalau "sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain"
Dalam konteks di dunia karir profesional, menurut saya, "quotes" tersebut sudah cukup menjadi guiding principle kita untuk mencapai puncak karir yang bisa kita definisikan masing-masing.
Mengapa "quotes" tersebut sudah lebih dari cukup menjadi guiding principle?
Karena Rasulullah ﷺ memberikan informasi yang clear bagaimana definisi "sebaik-baik manusia". Yaitu "orang yang paling bermanfaat"
Mari kita ilustrasikan dengan lebih detil
Sebagai profesional, sebuah perusahaan merekrut kita, karena mereka percaya dan memiliki keyakinan bahwa kita bisa memproduksi hal yang bernilai manfaat untuk perusahaan.
Karena itu lah kita digaji yang besarannya (seharusnya) ekivalen atau setara dengan nilai manfaat yang perusahaan akan terima dari kerja-kerja kita.
Contoh yang disederhanakan: Sebuah tim Teknologi yang terdiri dari Software Engineer, Product Designer dan Product Manager dengan total gaji mereka sebesar Rp100jt per bulan, diekspektasikan oleh perusahaan untuk berkolaborasi menciptakan nilai kebermanfaatan berupa Sistem Pembayaran yang mudah digunakan (user friendly), reliable dan secure. Sehinga perusahaan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1 Milyar per bulan, karena banyak customer yang percaya dan menggunakan Sistem Pembayaran tersebut untuk kebutuhan transaksi pembayaran sehari-hari.
Perusahaan senang dapat keuntungan Rp1 Milyar, Tim Teknologi mendapatkan gaji yang layak, Customer kebutuhannya terpenuhi dengan sistem pembayaran yang dihasilkan. Semua senang, semua menang karena hal bernilai manfaat yang dihasilkan :)
Contoh-contoh lain yang lebih mikro
Seorang staff marketing yang konsisten membantu atasannya mengerjakan deadline tugas membuat presentasi yang insightful dan memukau; manajer keuangan memberikan saran ke direktur untuk menekan pengeluaran karena pemasukan yang belum stabil agar company bisa terus exist ditengah kondisi yang genting, dll
Tim Teknologi, Staff Marketing, Staff Keuangan yang dijelaskan di atas adalah contoh dari individu yang akan dinilai baik (atau bahkan terbaik?) dalam lingkup perusahaannya, karena nilai manfaat yang dihasilkan.
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain"
Sebagai individu yang excellence yang rajin memproduksi manfaat, maka peluang untuk mendapatkan apresiasi lebih dari perusahaan akan semakin besar, seperti kenaikan jenjang karir, bonus, penambahan fasilitas, dsb.
Bersambung...
Di part selanjutnya akan dibahas:
Bagaimana proses menciptakan sebuah manfaat yang beneran bermanfaat?
Skill apa yang dibutuhkan seorang individu untuk menciptakan manfaat secara konsisten?
Depok, 10 Juli 2023 - 00.45am

















