Series Overthinking Part 5: Berpikir Egois
Egois?
Jika bertanya pada Gemini, menurutnya, Egois adalah sifat atau perilaku seseorang yang cenderung mementingkan diri sendiri secara berlebihan, tanpa memperhatikan kepentingan atau perasaan orang lain. Ciri-cirinya adalah kurang berempati, sulit menerima kritik, suka menyalahkan orang lain, sulit meminta maaf, selalu memikirkan diri sendiri, mengabaikan kebutuhan orang lain, hanya menjadikan orang lain sebagai “kendaraan” untuk mencapai apa yang mereka inginkan, kurang memberikan penghargaan kepada orang lain.
Sebenarnya, aku tidak sedang membicarakan sifat egois seseorang melainkan diriku sendiri dalam lingkup pekerjaan. Karena ini adalah series overthinking, maka akan selalu ada banyak pertanyaan. Sebenarnya, seberapa besar porsi seorang pegawai dalam mewujudkan mimpi institusi tempatnya bekerja? Apakah aku sebagai pegawai tidak diperkenankan untuk mewujudkan mimpiku sendiri? Kapan waktu yang tepat untuk bersikap "egois" tentang mimpi kita sendiri? Tentu egois yang aku maksud bukanlah perihal sifat yang didefinisikan oleh Gemini.
Aku sedang merasa "pekerjaan" ini yang tentunya menyita lebih banyak waktuku tak benar-benar mengarahkanku pada mimpi-mimpiku. Aku sering menahan diri dengan memikirkan orang lain yang waktu dan dedikasinya juga untuk pekerjaan dan institusi. Mereka mungkin merasakan hal yang sama atau bisa jadi tidak. Entah.
Aku juga menahan diri dengan berpikir bahwa aku mungkin belum bisa beradaptasi dan jika bertahan sedikit lagi, aku akan terbiasa dengan hal-hal asing ini. Tapi sampai kapan harus bertahan?
Pertanyaan sesungguhnya adalah segala hal yang sedang aku kerjakan sekarang, sebenarnya mewujudkan mimpi siapa? Jika aku mendahulukan mimpiku sendiri, apakah aku Egois?









