Share Food To Neighborhood (SFTN) Project
adalah proyek sederhana kami (baca: saya dan suami) untuk berbagi makanan hasil masakan sendiri kepada lingkungan di sekitar kami tinggal.
Sejak menikah, beraktivitas di dapur menjadi keseharian saya. Saat ini saya berkarya sebagai Ibu Rumah Tangga. Sebagai Ibu Rumah Tangga yang ingin lebih bermanfaat bagi sesama. Alhamdulillah, Allah menjodohkan saya dengan suami yang pernah mengelola sebuah kedai nongkrong yang menyajikan menu makanan dan minuman ringan jadi semakin hiduplah kreativitas saya sebagai istri untuk memasak di rumah (karena suami juga memiliki ketertarikan dalam dunia kuliner) :p
Saya masih ingat dengan baik bagaimana keseharian saya di masa kecil, masa-masa sekolah di kampung halaman yang hampir seratus persen menikmati makanan rumahan karya Almarhumah Nenek atau Almarhumah Ibu. Sepanjang masa hidup beliau, Ibu mempunyai kebiasaan untuk memasak dalam jumlah berlebih dengan tujuan dibagikan kepada tetangga atau antisipasi jika ada tamu yang datang ke rumah. Setiap tamu yang datang ke rumah, pasti Ibu sajikan makanan hasil karya beliau untuk dinikmati bahkan dengan cenderung memaksa, Ibu meminta setiap tamu yang datang untuk berkenan makan di rumah. Apa yang sudah saya jalani dengan nilai hidup yang Ibu tanamkan saat itu, saya berminat untuk meneruskan nilai tersebut kepada keluarga kecil saya saat ini. Saya selalu mengusahakan memasak makanan di rumah dan meneruskan kebiasaan berbagi yang Ibu jalankan dulu. Merasa senang makanan yang saya siapkan dari dapur rumah bisa membuat keluarga tersenyum terlebih orang lain. Bukan dengan makanan siap saji atau makanan yang dibeli di luar rumah bahkan makanan berharga mahal tapi dengan makanan yang saya masak sendiri dengan sepenuh hati :). Keutamaan berbagi makanan sendiri telah dijelaskan dalam hadits dan merupakan salah satu amalan Sunnah yang paling utama nilainya setelah amalan wajib. Untuk maksud tersebut saya cetuskan Share Food To Neighborhood Project yang insya’Allah menjadi proyek pertama saya (dibantu suami) sejak berkarya sebagai Ibu Rumah Tangga. Bismillahirrohmaanirrohiim :)
Bagaimana tahapan SFTN Project?
1. Diskusikan dengan anggota keluarga jenis menu yang akan dibagikan
2. Tentukan siapa yang akan dibagikan makanan dalam SFTN Project
3. Sesuaikan jumlah menu dengan jumlah orang/keluarga lain yang akan menikmati makanan tersebut
4. Rencanakan pengemasan/pewadahan makanan yang berprinsip “pengurangan sampah” atau “reduce waste”
Memasak bisa dilakukan saat hari-H atau sebelum hari-H tergantung pada jenis makanan yang akan dimasak dan jumlah orang/keluarga yang akan dibagikan makanan.
Bagikan makanan kepada orang/keluarga yang telah ditentukan sebelumnya dengan senyum dan penuh keramahan. Ingat satu hal, salah satu tujuan SFTN Project adalah untuk memuliakan mereka!
Kapan SFTN Project berjalan?
SFTN Project sebenarnya sudah kami jalankan sejak November lalu dengan memulai berbagi makanan (Alhamdulillah) kepada beberapa tetangga perumahan Puri Serpong dan Tim Indigraf (tim kerja suami). SFTN Project insya’Allah dijadwalkan rutin setiap hari Jumat. Dipilihnya hari Jumat karena dalam Islam, hari Jumat merupakan hari yang diutamakan, salah satunya untuk lebih banyak berbagi dan lebih banyak bersilaturahim kepada sesama.
Rencana ke depan melalui SFTN Project?
SFTN Project bisa menginspirasi keluarga lain untuk melakukan hal yang sama,
1. Menanamkan nilai berbagi kepada sesama melalui masakan yang disiapkan secara bersama dengan anggota keluarga lain.
2. Menghidupkan kembali momen teamwork antar anggota keluarga baik saat persiapan maupun pelaksanaan proyek.
3. Belajar mengapresiasi setiap makanan yang disiapkan dari dapur rumah sendiri.
4. Mengurangi gaya hidup konsumtif dengan sering membeli makanan dari luar sedangkan dari uang tersebut kita bisa menyisihkan untuk lebih banyak berbagi dengan sesama.
Kami ingin mengajak keluarga lain dalam #SFTNProject dengan merekam mulai aktivitas persiapan hingga pembagian makanan tersebut selesai.
Saat pengemasan makanan SFTN Project, kami ingin menyelipkan sebuah tulisan pendek (bisa berupa quote atau yang lain) edukatif - provokatif tentang food waste atau isu lingkungan lain (yang masih menjadi perhatian saya secara pribadi) sekaligus dikaitkan dengan nilai-nilai Islam sesuai dengan misi kami yakni ingin menjadi bagian dari dakwah kami sebagai Muslim.