Hari 4: Shafa Marwa إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri Kebaikan lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 158) Rukun umrah ketiga, Sa'i. Berjalan antara bukit Shafa dan Marwa sebanyak 7 kali bolak-balik. Kedua bukit berjarak sekitar 405 meter. Sehingga jarak tempuh total hampir 3 km. Sa'i berakhir di bukit Marwa. Areal hijau yang terletak antara bukit Shafa dan Marwa disebut Bathul Maadi. Saat melintasinya, jamaah pria disunnahkan untuk berlari-lari kecil. Sedangkan jamaah wanita cukup berjalan cepat. Ibadah Sa’i boleh dilaksanakan walaupun dalam keadaan tidak bersuci. Disunnahkan untuk berdoa dan berdzikir selama berjalan. Doanya sunnah, yang rukun jalannya. Sa'i artinya usaha atau berjuang. Lambang kerja keras manusia. Bahwa berdoa saja ga cukup. Jangan menunggu rejeki. Rejeki itu harus dijemput. Walaupun jauh dan usahanya harus bolak-balik. Rizki Allah nantinya akan datang dari tempat yang ga pernah diduga. #lunaumroh #umrohsyawal1439h #myspiritualjourney #tanahsucimekah #masjidilharam #shafamarwa #rukunumroh #sai #albaqarah158 (at Safa and Marwa)











