Indonesia… mungkin negara paling PHP nomer satu di dunia, bagaimana tidak beberapa event balap internasional yang ibaratnya kita sudah pesen tapi yang pesen ga jadi bayar, kecuali jaman Orba yang sangat sukses mengadakan MotoGP di Asia selain Jepang. Kemudian ada A1 Racing yang juga sukses diadakan di Indonesia, walaupun akhirnya A1Racing bangkrut dan tidak dilanjutkan, padahal Indonesia dibawah tangan Lippo Group sudah membuat Lippo Karawaci Street Circuit. Tapi setelah itu… nothing tidak ada event bergengsi yang mampir ke satu-satunya sirkuit internasional di Indonesia itu, paling-paling ARRC balap motor supersport dan bebek kelas Asia. Kemudian ada angin segar saat pemerintahan SBY dengan bapak Agung Laksono lupa sebagai menteri apa menandatangani kontrak 5 TAHUN dengan saat itu Infront Motorsport sebagai promotor WSBK. Tapi akhirnya diremoved karena tidak siapnya Sentul dan fasilitas lain.
Nah baru-baru kita sudah sorak sorak saat pak Menpora menandatangani LOI dengan Dorna untuk penyelenggaraan MotoGP Indonesia selama 3 musim mulai 2017. Tapi PESIMIS yang kita dapat, saat deadline penyerahan Masterplan dan bayar kontrak sudah dekat yakni tanggal 30 Januari 2016 boro boro pemerintah excited, yang ada malah seperti buat apa sih mengadakan yang seperti ini nguras duit APBN saja. Memang sentul bukan milik pemerintah tapi setidaknya diberi solusi agar bagaimana bisa terselenggaranya MotoGP di Indonesia, ya kalo mau menggunakan pemerintah, mengapa tidak membangun sirkuit baru atau paling tidak menggunakan fasilitas sentul terlebih dahulu untuk satu musim baru setelah sirkuit pemerintah jadi Motogp dipindah. Sekarang dengan deadline yang tipis ini malah diharuskan ditentukan siapa pemilik sentul, ga mau biayain bayar konsultan, ga mau menggunakan apbn, format proposal Masterplan harus seperti Asian Games dan konyolnya lagi, ya gimana ya, format masterplan harus ada yang dalam bahasa Inggris, hadehh… nanti apa lagi… betapa ribetnya pembuatan SK dan Keppres untuk Sentul ini, bila pemerintah memang tidak sanggup atau gak mau ya lebih baik segera diputuskan tolak atau batalkan kan beres daripada PHP terus, kita mah rela kok nonton di tv swasta atau bayar tv langganan atau kalau ada duit ke negara tetangga. ya tetep semangat pak Tinton Soeprapto buat masterplannya, apa mungkin pemerintah sengaja biar status Sentul sebagai sirkuit Internasional dicabut trus lahanya digusur dijadikan real estate, ya semoga tidak… aamiin.