Aku menikmatinya sejauh ini. Kehidupan yang katanya slow living.
Kehidupan yang lebih rempong, kurang tidur, dan jatah me time berkurang. Memasak makanan untuk keluarga kecilku, mencuci pakaian, menjemurnya. Meski aku belum juga suka sesi menyetrika. Lipat saja lah. Setrika kalau benar-benar butuh.
Aku merasa berbunga kebermain bersama bayi, mengganti popok, memandikan, mengusap hair lotion ke kepala mungilnya, juga sesi menyusui. Kegiatan-kegiatan ini jika aku lakukan dengan mindfull justru seperti mengisi tanki bahagiaku.
Bagiku, kegiatan menyusui menyenangkan sekali. Seperti rehat dari stimulus dunia luar ketika bisa menyusui tanpa distraksi. Mendadak, alur hidupku terasa berjalan amat santai ketika bisa menyusui sambil memerhatikan jari bayiku yang imut-imut tanpa beban. Memerhatikan bentuk kuku dan panjangnya yang begitu cepat. Dulu ketika menyusu, kakinya anteng dibalut bedongan, sekarang bisa menyusu dengan banyak gaya kaki dan posisi badan.
Aku merasa berbunga ketika bayi mungil ini menatap wajahku lekat nyaris tak berkedip. Herannya, bisa menatapku lebih dari 2 menit sambil terus menyusu. Awalnya aku grogi juga ditatap begini.
Ya Allah.. imut sekali. cantik sekali mata beningnya, maa syaAllah
Kemudian, bunga-bunga itu merekah lagi ketika melihat wajahnya puas menyusu. Bibir kecilnya yang sedikit terbuka mengilap tanda cukup ASI. Senyumku sering kali terkembang ketika memerhatikan pipi tembamnya yang sedikit kemerahan di satu sisi karena tekanan selama menyusu.
Kupikir, ini yang namanya merasa berarti dan dicintai yang dalam sekali.















