kamu bisa sekedar pergi dan ninggalin aku langsung. lebih cepat, lebih nggak nyakitin.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit, Hal 88




#dc#dc comics#batman#dick grayson#bruce wayne#batfam#tim drake#batfamily#dc fanart

seen from South Korea

seen from Australia
seen from Netherlands
seen from Thailand

seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from China
seen from China
seen from Croatia

seen from Germany
seen from China
seen from Canada
seen from Australia

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Russia
seen from China

seen from Croatia
kamu bisa sekedar pergi dan ninggalin aku langsung. lebih cepat, lebih nggak nyakitin.
Secangkir Kopi dan Pencakar Langit, Hal 88
#Repost @fairywoodpaperink with @repostapp ・・・ Menjelang baca bareng dengan @tourianpeekybook dan terbitnya Satu Ruang, aku mau bahas satu persatu tokoh-tokoh utama SKdPL dan Satu Ruang ah. (Btw, thanks @nadialuthfiyani atas ilustrasi Athaya yang cantik ini!) . . Athaya Shara Notodiredjo @athayashara . "She loves the smell of morning coffee, analyse some stuff, collecting quotes from her fav books or movies, cross stitching, and ... Ghilman Wardhana" . . Awalnya, kubuat tokoh ini sbg gambaran cewek2 yang berprofesi di lahan yang didominasi laki2, yang sering kali underestimate dg kemampuan perempuan. Padahal di zaman kayak begini, perkembangan intelektualitas dan integritas individu tidak terbatas akan gendernya saja (thanks to Ibu Kartini yang sudah memperjuangkannya! Selamat hari Kartini juga! Hehehe). Tapi ide begitu mengalir deras, sehingga akhirnya Athaya jadi karakter perempuan yang tough dan a lil bit hardworker. Latar belakangnya sebagai anak sulung menuntut Taya untuk jadi perempuan yang tough tanpa ngeluh. Kenapa Taya nggak ngeluh? Sebenarnya sih, karena dia melakukan apa yang dia sukai. So she enjoyed everything including the pressure. Walaupun di satu sisi, Taya tetap perempuan biasa yang seringkali insecure dengan kondisi orang tuanya. Karena itu, perihal ttg kondisi orang tuanya cukup jadi sesuatu yang sensitif buat Taya. Taya bisa jadi panik dan mendadak bolot karena overthinking kalo kepikiran ttg kondisi kesehatan orang tuanya. . . Lalu, sisi lain Taya, dia orangnya suka clueless gitu kalo deket cowok. Mungkin karena terbiasa dari kuliah dikelilingi teman cowok (walaupun nggak ada yang deket banget sih sebenernya). Apalagi sering digodain teman-teman satu divisinya macam Radhi dan Ganesh. Jadi Taya orangnya terbiasa defense duluan dan nggak mau kegeeran. Apalagi kalo yang deketin macam @satryadanangh, yang Taya rasa, kayaknya nggak mungkin deh dia masuk dalam selera ceweknya Satrya hahahah. Ditambah, Taya suka banget sama @ghilmanwardhana . Soalnya menurut Taya, Ghilman itu orangnya kharismatik, enak dilihatin lama-lama, dan dewasa banget. (Cont.) #SKdPL #SecangkirKopidanPencakarLangit #SKdPLcharacter #Athaya #AthayaSharaNotodiredjo #novelindone
Mas @satryadanangh Bikin pengen disayang bangett siihhh, yaa allah salah satu tokoh cerita yg saya suka banget,walaupun ga nyata dy berasa nyata banget... #Repost @fairywoodpaperink with @repostapp ・・・ Okay, calm down gurls... here it is... Satrya Danang Hadinata @satryadanangh . Our "cowok bersama" 😂😂😂. He loves photography and soccer (especially Arsenal football club). He used to like 'judge girls by its cover', until he met Athaya Shara. . . Oke, tenang-tenang, jangan pada jejeritan dulu. Hahahahaha. Jadi gambar Mas Satsat ini agak susah. Harusnya dia lebih ganteng dari Ghilman, cumaaan karena rambut dia kan rapi gitu ya (cowok2 pomade-an hahahaha), jadi kalo dibikin ala-ala sketch manga gini pasti kalah sama yang rambut nanggung berantakan cem Ghilman gitu hahahaha. . Jadi, Satrya ini tipe-tipe cowok rapi agak dandy (baju2nya tuh mengikuti trend cowok masa kini abis, terus tipe yang rambutnya rapi gitu), plusss kacamata frame tebal yang ala-ala cowok-cowok hipster. Bikin cewek-cewek tuh gampang notice keberadaan dia karena emang penampilannya menarik. Aku tuh suka ngebayangin ya kayaknya dia wangi gitu kalo kita deket-deket sama dia hahahahahhaha. Jadi dia wanginya tuh kayak sabun bercampur Bleu de Chanel di kulit. Terus dia senyumnya yang manis gitu, kayak kalo dia senyum bikin hati adem hahahaha. Dan, pengecualian, kalo dia ngomong sama Kinan, cara ngomongnya itu kayak yang lebih terdengar tenang dan kalem (bikin hati adem wkwkwk). Mungkin karena: 1) dia emang suka jaim awalnya sama Kinan, 2) karena Kinan pembawaannya lembut, dia jadi ngikutin Kinan hahaha. . Satrya ini anak kedua dari 2 bersaudara. Kakaknya perempuan yang reweeel banget ke dia. Karena dari kecil bapak ibunya divorce, dan karena Satrya sama kakaknya ikut ibunya, Satrya jadi membiasakan diri untuk jadi cowok yang bisa diandalkan (secara dia cowok satu2nya di rumah). Karena itu juga lah, Satrya jadi gampang gak tegaan sama cewek (apalagi yang lemah lembut kayak Kinan gitu). Satrya punya keponakan cowok, namanya Mikha. (Cont.) (Sketch by @nadialuthfiyani ) #SKdPL #SecangkirKopidanPencakarLangit #SatuRuang #Satrya #SatryaDanangHadinata #SKdPLcharacter 🤣#novel #elexmedia
Wattpad, SKdPL, dan Mas Ghilman.
Jadi begini. Pertama kenal Wattpad dari Alifia, temen dari SD sampai SMP yang masih main sampai sekarang. Temen yang punya hobi baca dan bacaan kita satu selera, and never meet someone else like her, rekomendasiin kalau di Wattpad banyak novel bagus seperti Nona Teh dan Tuan Kopi, fan fiction Harry Potter, bisa nikmatin bacaan gratis kalo pinter ngefilter –iykwim-, dan belajar bahasa inggris kalo baca yang bahasa Inggris.
Pertama baca yaitu NTdTK dan langsung jatuh cinta. Ceritanya berat, lain daripada yang lain, but it feels so additive. Lalu kenal Proxima Centauri dan Tara, ketemu Satrya, Athaya sama Ghilman. Tapi sayang, aku kenal mereka hanya sampai halaman review saja karena novelnya dibukukan. Beruntung, saat itu penulisnya sedang membuat sekuel dari SKdPL.
Suka dan memutuskan untuk jatuh cinta. Alurnya ringan, membawa kehidupan sehari-hari, but I don’t know, it feels like a true story in somewhere between us. Dan penasaran sama satu tokoh, yaitu Mas Ghilman. Idk why.
Di sekuelnya, tokoh utama, Satrya digambarkan penuh karisma, tipe-tipe lelaki idaman wanita jaman sekarang. Mapan, pintar, sayang keluarga, setia. Namun semua hal itu tak menjadikan kisah percintaannya mulus. Dengan Athaya, dia dulu cinta, namun Athaya memilih menikah dengan orang lain. Kenapa? Penasaran banget dengan siapa Satrya kalah dengan semua sifatnya yang hampir sempurna itu. Yup, Mas Ghilman.
Penasaran dengan SKdPL membuatku memburu semua toko buku di sekitar rumah, di Solo, namun belum terbit. Berusaha bersabar dulu, sambil kepo akun instagram si penulis yang kerap membagikan jadwal launching bukunya. Dan sampai takdir membawaku ke kota Bandung. Kupikir Bandung sudah cukup kota untuk mendapatkan buku SKdPL, tapi nyatanyaaa tidak pemirsaah. Saking penasarannya akhirnya nitip ke Ditia, temen kuliah yang kerja di Jakarta. Finally, I have this book although I don’t read it yet.
Waktu itu dari masih masa pengenalan mahasiwa baru, tiga bulan berlalu, masa UTS tiba, dan SKdPL baru mendarat cantik di tanganku. What a complicated journey to get this book, fyuh! Tanpa babibu langsung kulahap Mas Satrya sekaligus dengan Mas Ghilman. Tara! I’ve got what I’ve been looking for this time. Betapa Mas Ghilman dengan semua sifatnya –bikin baper maksimal- membuat Athaya beruntung banget dinikahi dia.
Dengan Ghilman, Athaya mencintainya terlebih dahulu, diam-diam, gembok rapat mengunci cintanya di dalam hati. Ghilman memang sudah punya pacar waktu itu. Dan dengan husband material yang sudah mumpuni, tanpa babibu Ghilman menyampaikan niat untuk menikahi pacarnya tersebut. Takdir berkata lain, Ghilman lebih pantas menikahi seseorang yang jauh lebih baik, yaitu Athaya.
Athaya yang hanya mampu mencintai dalam diam, seolah diberi sinar matahari ketika Satrya datang. Satrya hadir, memancarkan sinar yang sempat redup pada diri Athaya, dan lambat laun memberinya suatu hal yang tak dia dapatkan dari Ghilman, yaitu dicintai. Seperti dialog anatra Athaya dan ibunya:
“Bu, lebih baik mencintai atau dicintai?”
“Kalau boleh memilih, lebih enak dicintailah daripada mencintai. Because it’s easier to fall in love when someone loves you. Tapi, kamu kadang tidak bisa memilih siapa yang akan kamu cintai dan siapa yang akan mencintai kamu.”
“Mungkin Ibu benar, because it’s easier to fall in love when someone loves you. Lagi pula, bukankah menunggu tidak menyenangkan?”
Namun jika takdir berkata sebaliknya, mau seperti apa. Satrya dan Athaya memilih untuk berhenti sebelum akhirnya saling menyakiti satu sama lain, karena Satrya tahu Athaya menyukai Ghilman sejak lama, dan Athaya tahu bahwa Satrya masih di bawah bayang-bayang cinta sahabatnya.
Ghilman yang sudah lama tahu bahwa Athaya mencintainya, perlahan menyadari dan menyambut cinta dengan cara yang lain. Ghilman melihat Athaya sebagai sosok yang passionate, sederhana, dan Athaya banget. Ghilman selalu emperhatikannya dari juah, menjadi orang pertama yang ada saat hal jatuh menerpa Athaya. Melihat Athaya menjadi tulang punggung keluarganya pun membuat Ghilman semakin ingin merengkuhnya dalam dekapannya. Menjaganya, memastikan bahwa Athaya selalu baik-baik saja. Hingga di suatu dialog Ghilman menyampaikan niatan menikah dengan Athaya ke Ibunya.
“Bu, kalau misalnya Ghilman menikah dan calon istri Ghilman memiliki banyak tanggungan, banyak keluarga yang harus diurus, Ibu agak kecewa nggak sih? Aku kan belum sempat membalas kebaikan Bapak Ibu, menyenangkan Bapak Ibu, namun aku harus urus Istriku dan keluarganya.”
“Kami memang persiapkan kamu, anak laki-laki kami, untuk keadaan seperti itu. Kebanggaan Ibu Bapak itu lihat anaknya jadi orang yang bener. Berguna untuk orang lain, jadi pemimpin keluarga yang bener. Kami ga butuh balasan apapun kecuali kalian jadi orang yang selamat dunia akhirat.”
Uh melting pisan sama dialog Ibu-anak ini. Ya Allah if I could have one like Mas Ghilman.
Ada juga dialog Ghilman ke Satrya, “Gue pengen Athaya bahagia Sat, makanya gue akan segera lamar dia untuk jadi istri gue.”
Without hesitation, if it’s love, if it’s fate, if it’s the right time, God makes the things are getting easier to be. Hingga Ghilman memutuskan untuk melamar Athaya. Dialog tak tertahankan juga banyak pas Ghilman datang melamar Athaya ke Ayah Ibunya. Crying outloud, and daydreaming if someone would do it for me too. Dan dibalik layar lamaran Ghilman ke Ayah Ibu Athaya, ada dialog antara Athaya dan adik perempuannya.
“Kamu cinta sama Mas Ghilman, Mbak? I wish I could meet someone like him, someday.”
“You will find one, someday. Akan selalu ada satu Ghilman untuk setiap perempuan baik. Kamu harus percaya itu.”
Ya, dan aku juga berharap bahwa suatu saat nanti aku bertemu dengan Mas Ghilmanku. Sampai sebuah chat whatsapp mendarat di handphoneku. Dari ditia. Ai aku sebenernya ada surat buat kamu tapi malah ketinggalan. Dan begini suratnya:
“Dear Aida,
Kamu bukan Athaya, jadi jangan berharap mendapatkan Ghilman. Tapi, just trust if you deserve to be happy! Akan ada lelaki yang lebih dari Ghilman menantimu :) Semoga passionatenya Athaya nular ya.”
Seperti tamparan untuk pemimpi sepertiku. Hmmmm it’s soooo deep you know. Pertama aku seperti mendambakan sosok Mas Ghilman, nyata turun dari langit untukku sendiri. Pointnya bukan itu, there’s will be another Ghilman for me sent by God, semoga lebih baik dari Ghilmannya Athaya. Pointnya adalah aku harus menjadi aku, seperti Athaya yang Athaya banget. Aku harus menjadikan aku yang terbaik versiku sendiri. Biarkan semua mengalir apa adanya sesuai prinsip yang menyala di hatiku.
Dan jika mencintai, ya mencintai saja.
Kadang memang dicintai lebih menyenangkan, namun jika kau sudah mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, perkara dicintai jadi tidak begitu penting, bukan?
Karena nanti pada waktu yang tepat, pada cinta yang tepat, pada takdir yang tak pernah salah, aku akan merasakan apa yang tak aku dapatkan sebelumnya, yaitu mencintai sekaligus dicintai. Dengan lelakiku sendiri, yang semoga lebih baik dari Ghilmannya Athaya. Bukan hal yang gak mungkin, jika aku juga berjuang menjadi yang terbaik versiku, bukan?
Mencintai atau dicintai.
“Bu, lebih baik mencintai atau dicintai?”
“kalau boleh memilih, lebih enak dicintailah daripada mencintai. Because it’s easier to fall in love when someone loves you. Tapi, kamu kadang tidak bisa memilih siapa yang akan kamu cintai dan siapa yang akan mencintai kamu.”
Mungkin Ibu benar, because it’s easier to fall in love when someone loves you. Lagi pula, bukankah menunggu tidak menyenangkan?
.
.
.
- Antara om iyya sama maz ghilman uwuwu
- Athaya’s thought (SKDPL, halaman 187)
Can't wait 😊😊😊😊 #skdpl #wattpad