Jauh
Jauh adalah kata yang menginisiasi sebuah perjalanan. Menjadi satu alasan bagi para pengembara akbar untuk melintasi batas-batas peradaban, mengarungi aliran sungai hingga samudera, menghadapi beragam macam ujian dan keraguan. Jauh menawarkan teka-teki yang jawabannya hanya ada dalam kisah-kisah para petualang. Jauh adalah candu, ia akan terus menagih asa yang tak kan habis digerus usia. Jauh adalah imajinasi yang batasnya hanya bisa ditentukan oleh kekuatan hati. Jauh menghadirkan ambisi, mempertaruhkan apa saja demi tergapainya mimpi. Jauh adalah perjalanan ke delapan penjuru arah, untuk kemudian tersaji sebagai sejarah.
Jauh tidak pernah mengenal batas. Dia seperti cakrawala, meluas bebas hingga ke alam fantasi. Jauh identik dengan pesona, misteri dibalik namanya seakan menjadi umpan bagi para musafir dunia. Banyak dari mereka yang siap mengorbankan apapun demi menguak rahasia yang selalu bersembunyi dalam jauh. Pun nyawa jika salah perhitungan atau kurang beruntung. Setiap langkah menjanjikan kehidupan baru, pengalaman dan pelajaran baru. Jika masih punya waktu, mereka akan mengisahkannya pada yang lain. Jika tidak, maka setidaknya dunia telah menjadi saksi. Sepatu, tas, paspor, baju serta tanah, rumput, gunung, danau, aliran sungai, awan. Namun, jauh akan tetap jadi misteri. Baik berita itu tersampaikan atau tidak. Karena jauh selalu meminta bukti kesaksian raga. Kata tak pernah cukup untuk menyingkap yang tersembunyi.
Jauh itu seperti aku dan kamu saat ini. Penuh misteri.
Misteri gunung berapi. Haks.
Dyah Oktavia | Kamis, 5 Muharram 1438













