Decision Support System
Decision Support System
Pengertian Decision Support System (DSS)
Decision Support System (DSS) merupakan sebuah sistem yang dapat memecahkan masalah (memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi) secara efisien dan efektif yang diandalkan oleh sebagian besar pembuat keputusan dalam memilih berbagai alternatif keputusan hasil pengolahan informasi-informasi yang diperoleh atau tersedia dengan menggunakan model pengambilan keputusan.
Model yang menggambarkan pengambilan keputusan ada empat fase yaitu intelegent,design,choice dan implementation.
Fase intelegent yaitu tahap penelusuran masalah, data-data yang diperoleh diprose untuk identifikasi masalah.
Fase design yaitu tahap mengembangkan, menganalisis altenatif tindakan yang akan dilakukan.
Fase choice yaitu pemilihan yang akan dilakukan dari berbagai alternatif yang mungkin bisa dijalankan.
Fase implementation yaitu tahap penerapan alternatif dan perlu pengawasan dan koreksi untuk mengambbil keputusan.
Decision Support system sebuah tool yang dapat membantu untuk mengambil keputusan tetapi bukan berarti Decision Support System dapat mengganti peran Manager. Decision Support System (DSS) adalah sebuah kemajuan teknologi berbasis komputer, merupakan alat atau tools yang memiliki kemampuan menghasilkan laporan-laporan output dari model matematika untuk membantu mengambil keputusan bagi manajerial end user. Menurut Sprague dan Carlson DSS memiliki lima karakteristik utama (Sprague et.al., 1993):
Sistem yang berbasis komputer,
Dipergunakan untuk membantu para pengambilan keputusan,
Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan kalkulasi manual,
Melalui cara simulasi yang interaktif, dan
Data dan Analisis sebagai komponen utama.
Contoh kasus Penerapan DSS
Bengkel Manchining Center PT.IPTN menerima pemesanan dari Engneering Office. Pesanan yang datang, berupa jadwal Induk Produksi lengkap dengan struktur produk, routing sheet dan lead time untuk setiap produknya. Manager bengkel harus memutuskan apakah pihak Bengkel Manchining Center PT.IPTN menerima pesanan tersebut atau dengan kata lain mampu melayani pemesanan atau tidak. Manager harus mengetahui berapa kapasitas yang teredia di bengkel dan menghitung dengan cepat kebutuhan kapasitas pesanan tersebut, apabila dihitung dengan menggunakan cara manual mungkin akan sangat sulit. Sehingga keputusan yang akan diambil juga lama diputuskan. Biasanya manager mengambil keputusan dengan berdasarkan pengalaman masa lalu atau dengan keputusan manager terdahulu. Keputusan yang diambil tersebut bukanlah keputusan yang tepat. Sehingga hasil akhirnya tidak sesua dengan yang diharrapkan.
Sehingga pada tahun 1995 terdapat suatu sistem pendukung keputusan yang mampu membantu manager dalam menghadapi masalah tersebut yang dirancang dalam sebuah tesis Antonius Sarwedi (Teknik Industri ITB) yang berjudul “Rancangan Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Waktu Penyelesaian Produk dan Penentuan Harga Pokok Barang”. Untuk dapat diterapkan pada Bengkel Manchining Center PT.IPTN pada kondisi real menggunakan JIP feasibel. Akan tetapi sistem tidak dapat diterapkan karena Bengkel Manchining Center PT.IPTN tersebut tidak mempunyai data struktur prouk, data routing sheet dan data kapasitas mesin.
Karena komponen utama dalam Decision Support System ( DSS ) adalah Database, Modelbase dan Software System, sehingga apa bila tidak memiliki struktur data maka akan sulit. Database adalah kumpulan data yang dimiliki oleh perusahaan Bengkel Manchining Center PT.IPTN baik berupa transaksi sehari-hari dan sebagainya. Modelbase adalah model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif. Kedua komponen tersebut akan disatukan dengan Software system untuk mendapatkan keputusan. Menurut Peter G.W.Keen dan Scot Morton ada tiga tujuan yang harus dicapai DSS:
Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi-terstruktur,
Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya; Dimana komputer dapat ditetapkan pada bagian masalah yang terstruktur, tetapi manajer bertanggungjawab atas bagian yang tak terstruktur – menerapkan penilaian atau intuisi, dan melakukan analisis,
Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan daripada efisiensinya.
Dengan DSS terdapat beberapa manfaat yaitu DS mampu menyajikan berbagai alternatif untuk pengambilan keputusan, menghasilkan solusi yang leih cepat serta hasil yang dapat diandalkan.
DAFTAR PUSTAKA
Asri. (2008, Januari 11). SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT SYSTEM). Dipetik Februari 14, 2013, dari Asri’s Blog: http://asri19.wordpress.com/
Ensiklopedia. (2012, Januari 17). Decision Support System (DSS). Dipetik Februari 14, 2013, dari Digital Library: http://digilib.ittelkom.ac.id
Koernia. (2008, Desember 22). SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT SYSTEM). Dipetik Februari 14, 2013, dari Hanya Sekedar Kata: http://koernia05.wordpress.com
Rudi, A. (2011, Oktober 4). Implementasi DSS Pada PT.Setio Harto (LTD). Dipetik Februari 14, 2013, dari Raihlah kesuksesan dengan saling berbagi Informasi: http://anhar-sib39.blogspot.com
Rudi, A. (2011, Oktober 10). Pengenalan Dan Pemanfaatan Decision Support System. Dipetik Fenruari 14, 2013, dari Raihlah Kesuksesan dengan saling berbagi Informasi: http://anhar-sib39.blogspot.com












