Mindfulness x Social Media
Pernah gak sih kamu tiba-tiba ngakak abis nonton video TikTok? Atau gak sadar meneteskan air mata karena video atau caption yang ditulis bikin terharu?
Kalau pernah, sama dong. Aku juga, bahkan sering. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang, kita mau gak mau harus beraktivitas di rumah, hiburan jadi serba terbatas, dan media sosial jadi pelarian terbaik kita. Tapi, sadarkah kamu kalau apa yang kita lihat, baca, dan dengar itu berpengaruh besar ke mood? Udah built up mood sebaik mungkin sejak bangun pagi, lalu gak sengaja baca IG story teman yang ngeluuuh terus tentang pandemi. Auto uring-uringan deh sampai sore.
Bisa juga dengan menghadapi story teman yang sering share jumlah kasus positif, kematian, dan lain sebagainya. Lanjut deh sebelnya. Belum lagi iseng baca komentar netizen di TikTok, ternyata banyak banget yang bandel dan menganggap semua sepele. Makin menjadi-jadi marahnya.
Wow. Ternyata sosial media tuh hebat banget! Lewat IG story atau video TikTok sekitar 15 - 60 detik bisa bikin mood kita berubah sedrastis itu.
Beberapa hari belakangan, hal serupa terjadi pada diriku. Sempat ada satu hari, dimana jagat dunia maya ramai karena sebuah kontroversi. Semua kalang kabut menyuarakan pendapat masing-masing. Satu dua hari masih kubaca, pantau, dan coba membandingkan antara kedua sisi. Sempat ikut kesal dan gregetan juga. Tapi, setelah beberapa hari berselang, aku sadar "wah, gak bagus nih". Sejak pagi moodku sudah baik, hariku menyenangkan, kenapa harus dirusak dengan sebuah cuitan orang lain?
Dari pengalaman ini, aku belajar bahwa aku yang pegang kendali pada moodku sendiri. Berlatih bersikap mindful pada media sosial bisa dimulai dengan belajar berjarak pada setiap perasaan yang muncul. Kenali, sadari. Perlukah saya merasakan emosi sebesar ini? Wajar banget kok merasa senang, marah, dan sedih kalau nonton sebuah konten. Tapi, jangan lupa untuk kembali ke titik awal mood kita. Jangan terlarut.
Tersedia juga fitur mute yang bisa kita pakai sewaktu-waktu, ketika rasanya apa yang diperlihatkan orang kok gak sesuai sama kata hati kita dan cukup mengganggu. That's okay, your mind deserves more positivities. Apalagi di masa krisis ini, hati dan pikiran yang damailah yang bisa menaikkan imun.
Yang harus selalu diingat adalah we cannot control others, but we can control our thoughts towards them. Semoga kita bisa lebih bijak menggunakan media sosial, demi kesehatan mental kita sendiri. Namaste.














