Hilang dan Sodakoh...
Seumur-umur baru kali ini kehilangan, sebelumnya pernah sih... tapi kehilangan perasaan. Kali ini yang mau saya ceritakan adalah segi materi, sedangkan perasaan adalah kalbu. 25 Desember 2015 takkan pernah terlupakan, bukan karena saya merayakan natal karena ditanggal tersebutlah handphone saya Alcatel Onetouch Flash Plus yang belum genap setahun di tangan menghilang.
Kronologinya, saya berencana nonton film di lippo mall jogja pada jam 2 siang. Lumayan libur panjang dari rutinitas kerja harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. HP saya yang lumayan gede untuk ditaruh disaku jaket saya yang cupet terpaksa ditaruh di dashboard motor beat yang saya tumpangi. Begitu sampai parkiran berselang 5 menit saya dari lantai 2 kembali ke parkiran HP kesayangan saya sudah raib.
Tentu reaksi awal adalah kaget (wajar), lalu teringat dan nyebut asma Allah. Saat itu juga sebenernya saya sudah pasrah, tapi saya berpikir harus tetap berikthiar. Jalan awal adalah menyakan petugas parkir, beliau menjawab tidak tahu dan menyatakan bahwa melihat seorang laki-laki mondar-mandir disekitar area motor saya. Berbekal keterangan petugas parkir, ikhtiar kedua adalah menuju security untuk minta dibantu melihat CCTV (sampai disini saya sebenernya sudah ikhlas) saya berjuang sampai titik ini hanya ingin membuktikan keterangan dari sang petugas parkir. Ternyata cukup berbelit hanya untuk melihat CCTV dan dijanjikan akan dihubungi bila ada info dan CCTV siap untuk diperlihatkan kepada saya. Langsung saja saya yakin bahwa kasus ini cuma akan berhenti disini, dan terbukti sampai dengan tulisan ini terbit tidak ada pihak security yang menghubungi saya.
Dalam hati masya Allah pasti saya kurang dan lupa sodakoh belakangan ini, dulu saya selalu rutin sodakoh tapi semenjak kerja saya sering lupa, padahal otomatis pendapatan ada ketimbang dulu sebelum kerja. Ini bagian dari ujian yang diberikan kepada saya, dan saya juga tidak mengharap balasan nilai berupa materi yang akan diganjarkan pada saya, dalam pikiran saya yang penting saya lulus dari ujian ini dengan sabar dan pasrah. Saya benar-benar tengah ditempeleng untuk makin memperbanyak sodakoh.
Bila kalian kehilangan something, anggaplah masih kurang sodakoh...












