Merasa Lebih
Terkadang saya senyum-senyum sendiri melihat postingan netijen & netijat di beberapa belahan medsos, terutamanya Instagram. Entah itu di feed, story, atau reel, gak sedikit dari mereka yang cukup aktif posting hal-hal yang (sebenarnya) bukan kapasitasnya. Merasa sudah menebar manfaat, merasa sudah mengedukasi, dsb. Mungkin saya pun juga pernah begitu, hanya saja saya gak merasa atau gak ada yang berani berkomentar/menegur saya.
Misalnya aja, skor IELTS Speaking kita 8 (atau 8.5 deh, biar makin keren wqwqwq). Lalu gegara itu, kita sering menulis di story/di caption menggunakan Bahasa Inggris dan kita sudah merasa keren, ‘cool’, atau PD karena banyak orang yang meng-glorifikasi skor IELTS Speaking kita yang 8 itu tadi. Ternyata ada banyak kesalahan gramatikal dalam tulisan-tulisan tersebut yang gak kita ketahui karena kita memang gak punya ilmu tentangnya (tapi merasa sudah jago). Coba bayangkan kalo tulisan itu dibaca oleh follower(s) kita atau orang lain yang memang jago English. Coba bayangkan kalo kita ditegur langsung oleh follower(s) kita atau orang lain yang memang jago English. Akan kah kita merasa malu atau bahkan insecure? Akan kah kita menerima bahwa skor IELTS bukanlah satu-satunya tolok ukur proficiency English seseorang?
Gak sedikit juga orang-orang yang pura-pura bodoh/polos dengan menanyakan banyak hal pada kita. Padahal sebenarnya mereka cuma pengen nge-tes pengetahuan/wawasan kita, atau cuma pengen tahu sudut pandang kita, atau cuma pengen tahu value kita, atau cuma pengen tahu kapasitas keilmuan kita. Lalu kita menjawabnya dengan ‘belagu’ dan ‘sok tahu’. Dan merasa sudah mengedukasi (sese)orang lewat jawaban-jawaban kita. Dan parahnya lagi kalo kita sampai merasa lebih baik karena ada (sese)orang yang ternyata gak lebih tahu dari kita.
Seringkali kita merasa ‘lebih’—entah itu lebih baik, lebih bisa, lebih jago, lebih pandai, lebih berpengetahuan, lebih sholih(ah), lebih berilmu, lebih menebar manfaat, dll. sebelum kita:
dipertemukan atau menemukan orang-orang yang lebih dari kita
diperlihatkan atau melihat orang-orang yang lebih dari kita
Kita hanya belum tahu atau bahkan gak tahu aja kalo di luar sana masih banyak orang-orang yang lebih dari kita.
Jember, 26 September 2022













