
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Australia
seen from Australia
seen from Russia

seen from Morocco

seen from Morocco
seen from United States

seen from Morocco

seen from United States
seen from Russia

seen from Philippines

seen from Malaysia
seen from Morocco

seen from Sweden
seen from Russia
“Semua akan baik-baik saja, Gi. Semua hal selalu berakhir baik-baik saja. Kalau belum baik, berarti itu belum akhirnya.” –Sophismata (Alanda Kariza, 2017 : 161) . Tahun ini dibuka dengan kalimat apik dari novel Sophismata. Novel berlatar tentang politik yang dibalut kisah percintaan tokoh utamanya, Sigi dan Timur. Meski berlatar tentang politik, porsi ceritanya sangat pas sehingga tidak membosankan sampai akhir. . Berbicara soal politik (bagi saya) memang sangat membosankan, tapi tidak bagi Timur. Ia malah mempunyai cita-cita mendirikan partai dengan harapan bisa membuat perubahan untuk Indonesia yang lebih baik dan setara. . Berbeda dengan Sigi, meski ia bekerja menjadi staf administrasi salah satu Anggota DPR tapi ia sangat membenci politik. Baginya politik itu kotor. Tapi Sigi juga ingin membuat perubahan untuk Indonesia dengan caranya, tidak lewat jalur politik. . “Kita semua punya peran dan kita boleh memilih.” –Sophismata (Alanda Kariza, 2017 : 266) . #sophismata #alandakariza #30haribercerita #30HBC1822 @30haribercerita
tinggal dan kejar
S: bukannya kita sudah tertinggal jauh dari jadwal yang kita rencanakan?
J: ya, tapi buat apa juga buru-buru dan dipaksakan?
. ~•~ Sophismata >> Rp. 65.000 ~•~ What Happens when you dislike politicians so much. Yet you fall into love with one ?. ~•~ WA / LINE : 085640654073 BBM D0FAFF6A #sophismata #alandakariza
Dari kak @alandakariza Semua masih tentang giveaway #Sophismata Bareng: @roepiah @sciesa.co @cottonink @alandakariza @fiksigpu @bukugpu #Sophismata ~ Didalamnya syarat akan tokoh- tokoh yang pas bagi saya, ada Sigi yang heu- heu dah, dan terfavorit ya Timur manusia gentle dan sangat menghargai perempuan. Kudu baca ni bagi mereka yang ingin sesuatu yang "beda". Novel segar berpremis unik khas akan nuansa politik berbalut kisah cinta, pilihan yang menyenangkan. Mau giveawaynya juga... Langsung cus yak di IGnya kak @alandakariza . Selain novel #Sophismata, pemenang giveaway juga akan mendapatkan barang-barang hitam putih khas Sigi: lilin aromaterapi @sciesa.co, blus kerja @roepiah, dan tas etnik hitam-putih @cottonink. Yuk, ikutan! Kompetisi ditutup hari Senin, 31 Juli 2017 pukul 23:59 WIB. #cottoninkxduanyam #SepertiSigi #cahbuku #bookaddict #bookstagram #instabook #novel
Sophismata, Novel Terbaru dari Alanda Kariza
MALANGTODAY.NET -Penulis Alanda Kariza meluncurkan novel terbarunya berjudul "Sophismat" yang dilakukan secara online melalui Instagram Live @alandakariza. Peluncuran novel diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dilakukan secara online karena Alanda saat ini tengah menyelesaikan studi program Magister Ekonomi Perilaku di Universitas Warwick, Inggris Raya, ujar PR Gramedia, Wisnu dalam keterangannya diterima Antara London, Minggu (9/7). Sejak tahun 2004, Alanda Kariza telah menerbitkan sejumlah buku, di antaranya DreamCatcher (Gagas Media, 2012) dan Beats Apart (Ice Cube, 2015), ia juga terlibat dalam penulisan beberapa antologi, serta aktif menulis sebagai kontributor di The Jakarta Post. Alanda memang selalu bersemangat untuk menulis, meskipun di antara kesibukannya kuliah, menjadi dewan penasihat organisasi sosial Sinergi Muda yang dikenal dengan inisiatif Indonesian Youth dan menjalankan bisnis kuliner es krimya. Alanda kepada Antara London, Minggu mengatakan ini adalah kedua kalinya ia menulis dan menerbitkan novel berbahasa Indonesia, setelah pertama kali melakukannya 12 tahun yang lalu. Menulis Sophismata membuatnya keluar dari zona nyaman dan berani menulis tema yang berbeda dari sebelumnya yakni politik. Untuk proses penulisannya Alanda mengaku terbantu dengan hasil wawancara sejumlah narasumber bergelut di bidang yang relevan, dan juga riset dengan membaca berbagai literatur, ujar Alanda. Dikatakannya kalau ditanya alasan memilih tema politik, memerhatikan terbatasnya jumlah anak muda yang terjun langsung di dalam bidang politik praktis, maupun pengetahuan soal sistem politik secara umum. Karya fiksi ini diharapkannya menjadi medium yang tepat untuk menyampaikan suatu maksud tanpa menggurui, apalagi jika dibalut dengan hal yang dekat dengan semua orang, seperti cinta dan karier, ujarnya. Dalam Sophismata diceritakan mengenai Sigi sudah tiga tahun bekerja sebagai staf anggota DPR, tapi tidak juga bisa menyukai politik. Ia bertahan hanya karena ingin belajar dari atasannya mantan aktivis 1998 yang sejak lama ia idolakan, dan berharap bisa dipromosikan menjadi tenaga ahli. Tetapi, semakin hari ia justru dipaksa menghadapi berbagai intrik yang baginya menggelikan. Semua itu berubah ketika ia bertemu lagi dengan Timur, seniornya di SMA yang begitu bersemangat mendirikan partai politik. Cara pria itu membicarakan ambisinya menarik perhatian Sigi. Perlahan Sigi menyadari bahwa tidak semua politisi seburuk yang ia pikir. "Kehadiran Sophismata memberi napas segar dalam dunia novel fiksi. Novel ini mengangkat tema politik, tapi diramu dengan kisah cinta yang membuat porsi keduanya pas. Sophismata membuktikan bahwa bicara politik ternyata bisa dibuat menyenangkan dan santai, tutur Anastasia Aemilia, Editor Bidang Fiksi Gramedia Pustaka Utama. Sophismata saat ini sudah tersedia di toko buku dan toko buku online di seluruh Indonesia. Setelah peluncuran novelnya, Alanda dijadwalkan akan melakukan booksigning novel terbarunya di Jakarta, awal Agustus mendatang. Demikian dikutip dari Antara.
Source : https://malangtoday.net/inspirasi/hiburan/sophismata-novel-terbaru-dari-alanda-kariza/
Perkara do what you love itu terlalu utopis. Semua kerjaan, semenyenangkan apapun, pasti pada suatu titik akan melelahkan.
Sophismata, Alanda Kariza, #201
"Politik adalah tempat kepentingan yang berbeda-beda diakomodir. Seperti memiliki satu piza yang hendak dimakan banyak orang. Potongan-potongannya dibagikan ke sana-sini. Berapa besarnya? Tergantung proporsi kontribusi mereka terhadap kemakmuran masyarakat. Contoh nyatanya bisa kamu lihat sehari-hari. Misalnya, ketika Presiden bagi-bagi jatah kursi di kabinet untuk birokrat, teknokrat, dan tentunya orang partai," lanjut Johar - (Sophismata, hal. 10) *** Bahagia jadi salah satu orang yang bisa membaca #Sophismata padahal belum ada di toko buku. Suka dengan topik yang di bahas Alanda Kariza dalam novel ini, POLITIK! Walaupun temanya politik, ada sisi romantisme dan sisi cita-cita yang harus di capai namun tidak kebablasan menurut saya. Sangat suka juga dialog-dialog antara Sigi dan Timur. Jadi mikir "masih ada stock laki-laki kaya Timur ga ya?" 😂 Selamat menunggu Sophismata beredar di toko buku dan selamat membacanya. #bersamasophismata #sophismata #alandakariza #catatanedah #endahmembaca #ceracau #04072017