@neptunespresents_ : SENANDUNG MALAM UNPLUGGED: Setengah Lima Menuju Senja • PARADE HUJAN X SORE • @sorezeband • 30 September 2023 • Megastar Arena KL
seen from China
seen from France
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Greece

seen from United States
seen from United States
seen from Greece
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from Ukraine
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from Iraq
@neptunespresents_ : SENANDUNG MALAM UNPLUGGED: Setengah Lima Menuju Senja • PARADE HUJAN X SORE • @sorezeband • 30 September 2023 • Megastar Arena KL
Potongan "Pergi Tanpa Pesan", lagu yang tidak pernah gagal mengaduk-aduk emosi.
(@Oye, Adelante! 22/12)
Oye, Adelante! (22/12)
Sore Terbaik Bersama Sore
Saya mulai memperbanyak mendengarkan berbagai macam jenis musik saat kuliah. Mungkin saya tidak sadar kapan pertama kali saya mendengarkan musik dari Sore. Akan tetapi setelah melakukan penelusuran saya yakin sekali pertama kali saya mendengarkan musik dari Sore adalah saat mereka mengisi soundtrack untuk film Janji Joni pada tahun 2005. Ya, saat itu saya yang masih SMP tidak tahu dan tidak ngeh.
Sore adalah salah satu band indie yang kaya akan penggunaan instrumen alat musik. Saya memang tidak paham teknis seperti memainkan alat musik, aransemen, dan lainnya, namun entah mengapa musik Sore itu strangely beautiful (frasa yang akan saya gunakan lagi nantinya) dan begitu kompleks. Entah mengapa juga, musik Sore pas sekali didengarkan saat sore hari atau malam hari sebelum tidur.
Di sini saya akan membahas album pertama Sore yang masih lengkap dengan formasi awal, yaitu album ‘Centralismo’ yang dirilis tahun 2005. Track pertama adalah ‘Ada Musik di Dalam’ yang terdengar sorrowful tetapi beautiful, jika tidak salah dengar, saya juga mendengar ada suara derik jangkrik didalamnya hahahaha. Lalu track ‘Aku’ memiliki atmosfer strangely beautiful menurut saya, hanya terdengar petikan gitar, serta liriknya sangat menyentuh.
Beberapa track di album ini memiliki atmosfer yang terdengar strangely beautiful menurut saya, unusual tetapi sangat nyaman didengarkan, ditambah dengan penggunaan wind instrument seperti saxophone dan mungkin klarinet (?). Track ‘Ambang’, ‘Bebas’, ‘Keangkuhanku’, dan ‘She’s So Beautiful’ memiliki nuansa energetic.
Sedangkan beberapa track seperti ‘Cermin’, ‘Mata Berdebu’, dan ‘Somos Libres’ memiliki nuansa yang lebih calming. Untuk track ‘Mata Berdebu’ menurut saya spesial karena adanya alat musik ritmis yang terdengar seperti djembe di telinga saya. Lalu ‘Somos Libres’ merupakan salah satu track kesukaan saya (paling sering saya putar).
Jazz vibe terdengar di track ‘Etalase’, alat musik tiup dan piano mewarnai track ini, begitu menarik dan rasanya membuat badan ingin menari. Track ‘Lihat’ memiliki nuansa jazz, swing dan kind of 70s-80s pop namun kental dengan wind instrument, yaitu saxophone. Jazzy and swingy atmosphere juga saya temui di track ‘No Fruits For Today’ yang merupakan salah satu track kesukaan saya bersama dengan track ‘Somos Libres’.
Beberapa penikmat musik Sore menganggap album ini adalah masterpiece, beserta album kedua mereka yaitu ‘Ports of Lima’ yang dirilis pada tahun 2008. Namun setelah Mondo Gascaro hengkang pada tahun 2012, banyak yang menganggap vibe Sore berubah. Memang Mondo-lah orang dibalik aransemen musik Sore, jadi wajar jika vibe-nya berbeda. Namun karena saya adalah orang yang greedy dengan beragam jenis musik, saya tetap saja menganggap musik Sore itu menarik. (mirtsa6)
Masih edisi @sorezeband di Museum Nasional (Museum Gajah) January 2014 . . 📷#nikonfm3a Dev and Scan #seniabadi Setelah 3 tahun baru diproses masih ada gambarnya hehehe 😘 . . #ishootfilm #buyfilmnotmegapixels #whyanalog #soreband #sorezeband #35mm #indo35mm #nikon #filmphotography #filmnotdead (at Song Fa Bak Kut Teh 松發肉骨茶)
@sorezeband di Museum Nasional (Museum Gajah) January 2014 . . 📷#nikonfm3a Dev and Scan #seniabadi Setelah 3 tahun baru diproses masih ada gambarnya hehehe 😘 . . #ishootfilm #buyfilmnotmegapixels #whyanalog #soreband #sorezeband #35mm #indo35mm #nikon #filmphotography #filmnotdead (at Jakarta, Indonesia)
Sore ze Band!
Sore - Bantal Keras
Masa terkapar menyelami keramaian berakhirlah pudar
Dalam kelimpangan kelah
Terkalungi kerinduan dari fihak yang mendambakan semu
Taklah, tiada lagi rindu
Dan salahku dia hilang
Terhempas kemarau waktu yang menggarang
Dan salahku tak ku jelang
Seribu juta masalah rikuh
Rapuh, bisu
Dan bila melati menari rindukan kau
Akankah sahabat menungguku
Jika beranjak senja menuju ufuk
_______
Mungkin aku lupa ya memperkenalkan band ini. Sore adalah salah satu band paling istimewa di Indonesia. Musik dan liriknya semuanya membunuh! Setidaknya itu yang terasa dalam dua album penuh dan satu album kompilasi. Tidak ada kejenuhan!
Tapi jujur saja, pertama kali mendengar mereka aku tidak langsung jatuh cinta. Jujur aku menilai penampilan live mereka tidak terlalu istimewa (terlepas dari kualitas rekaman di youtube). Apakah kehilangan tempo atau mixing-an yang buruk aku tidak tahu detailnya. Yang jelas, penampilan live Sore tidak istimewa.
Bisa jadi ini seperti kasus The SIGIT. Segila apapun aksi panggung mereka, dukungan kualitas suara belum maksimal. Aku yang belasan kali menonton konsernya merasakan itu. Aku menduga itu mixing-annya. Sound Engineer nih berarti.
Oke, lupakan itu. Yang terpenting adalah terciptanya karya-karya yang luar biasa. Album Centralismo (2005) menyuguhkan SEMUA lagu bagus. Sumpah tidak ada lagu jelek di album ini.
Album Ports of Lima (2008) adalah endapan pasir dari gunung berapi di muara sungai. Pasir yang bergizi, berkumpul menjadi satu di album yang sangat idealis. Cukup sulit menerima mereka membuat lagu-yang-barang-kali-tidak-terlalu-mudah dinikmati liriknya. Harus didengarkan beberapa kali sebelum mengakui kehebatan band asal Bogor ini.
Apatis Ria adalah sikap untuk mengelabuhi rendah diri. Sakit yang menyakitkan ditantang dengan sikap percaya bahwa sakit ada nikmatnya.
Banyak lagu yang bermain dengan kata dengan menyusupkan alam. Musim Hujan adalah lagu favoritku untuk band ini. Keteduhan tingkat dewa yang dihadirkan terlalu mewah. Semua lagu cinta Sore tidak pernah yang aku-sayang-kamu, melainkan “Sukakah kau pada redup larut di dalam alam biru. . .
Jika Bantal Keras adalah sentuhan hati yang terabaikan oleh sahabat, maka lagu semua lagu cinta akan gugur dengan sendirinya. Fase hidup sebelum berkeluarga adalah duplikat kunci siapa diri kita sebenarnya. Jika salah satu pemegang kunci itu tidak ada, fase sudah berkeluarga pun tidak akan cocok untuk membuka sebuah album kenangan. Kehilangan seorang sahabat adalah kehilangan sebagian pengalaman hidup.
Mata Berdebu adalah kegelisahan. Tidak perlu mengatakan gelisah untuk mengungkapkan isi hati. Semua hukum itu dilakukan Sore dengan menghadirkan musik dan lirik yang atmosferik--pembawaan suasana ketimbang kata. Dari sana kegelisahan itu menyembul keluar di antara kabut.
Funk the Hole berlari dengan waktu. Menyadari juga kuasa sang waktu. Ketika pusat kehidupan itu lebih bermakna materi, ini merisaukan. Dan dengan merisaukan lubang kepicikikan inilah manusia bisa bahagia.
Setengah Lima adalah kekaguman sejenak di tengah perjalanan. Boleh menduga kilat bernama cinta pada pandangan pertama. Bualan yang menyedihkan? Setiap lagu Sore adalah rasa. Menemui rasa akan lebih sulit jika belum pernah merasa. Anehnya, semua itu sama pada akhirnya.
Cermin mewakili sisi manusia yang sangat lemah. Dua sisi pengambilan keputusan yang beradu. Dua sisi yang harus diakui ada di diri manusia. Di diri ini, rasa yang lain, pendapat yang lain, ingin yang lain, diri yang lain berhasrat keluar tak cuma didengar. Pergolakan batin dengan musik yang menyeramkan. Diri, biarkan karma berbicara/Tak heran dirimu terisak Ucapkanlah dendam.
Aku sudah bilang semua lagu Sore tidak ada yang jelek. Ini hanyalah beberapa contoh pengalaman mendengarkan lagu mereka. Interpretasi yang kurasa. Karya mereka tidak mati, malah kuhidupkan dan kupanjangkan.
Awan, Ade, Eca, dan Bembi adalah band dengan personil yang memiliki bakat menggunakan tangan kiri. Tentu ini sangat nyentrik ketika melihat semua personilnya memegang instrumen secara terbalik.
Dono Firman dan Mondo Gascaro sayangnya sudah terburu cabut. INi sangat menarik untuk mengetahui album yang akan datang. Tanpa seorang Dono dan Mondo yang punya peran besar di balik meja rekaman. Tanpa ciri khas keyboard milik Mondo yang aduhai. Tanpa synth membius milik Dono.
Sore dari personil yang tersisa sepertinya akan kesusahan. Dengan mereka pun, performa langsung tidak enak didengar. Sangat jauh dengan hasil rekaman.
Begitupun, aku tetap mencintai Sore. Band dengan ciri khas yang tidak akan pernah mungkin diduplikat. Bermain kidal, semua anggota band ambil vokal, memainkan instrumen sambil bernyanyi dengan nada dan lirik yag tidak wajar, hmmm, Sore adalah satu-satunya. Inilah mereka, SORE ZE BAND!
Fave since 2007 #sorezeband #kampiun #soundsfair2014 (at 🎵 Sore - Mata Berdebu)