Mereka itu kalian, kalian itu semangat.
Percakapan via bbm dengan papa yang satu ini masih melekat dipikiranku. kira-kira isinya seperti ini...
mbak, ko telfon papa gak diangkat lagi? | maaf pap, tdi mba masih latihan | dari pagi sampai sekarang masih latihan? | iya pap | masa latihan lebih dari 12 jam? | pas 12 jam ko pap.
Jujur ngerasa bersalah tiap kali gak angkat telfon alasannya "latihan", tiap weekend gak pulang alasannya "latihan", tiap mepet tanggal merah gak pulang alasannya "latihan". Tapi kalau aku egois, apa kabar temen2 yang lain? mereka juga sama, sama-sama gak pulang toh saat mepet tanggal merah, sama-sama dilapangan saat weekend, sama-sama pulang dengan bau keringat ditengah malam saat hampir semua temen kosan udah terlelap.
Sempat rasanya pengen menyudahi perjuangan yang sudah lebih dari setengah jalan, aku capek, ngerasa gak bisa bagi waktu, akademik keteter, gak bisa main. Tapi setelah aku pikir lagi, dan lagi-lagi yang ada didalam otakku cuma ada mereka. Ya mereka, teman-teman seperjuangan. Mereka juga sama, capek, gak bisa main.
Efeknya kerasa banget pas dilapangan, saat itu kalau gak salah kami latihan mulai dari pukul 5 pagi saat training center 2, hari kedua di AAU dimulai dengan sesi 0 pemanasan dll, dilanjut sarapan, mandi dan latihan sesi 1 sekitar pukul 8/9 pagi. Sepanjang hari kami latihan dipotong istirahat makan siang & solat dzuhur, solat ashar, makan malam & solat magrib hingga pukul 9 malam sesuai jadwal. Sekitar pukul 8 atau setengah 9 malam, semua tim sudah sangat lelah namun target belum juga tercapai, emosi orang didepan mulai naik, teman-teman dilapangan yang ada malah makin tidak fokus. Ya semua juga lelah, mau yang dilapangan ataupun didepan.
Saat itu rasanya aku ingin pulang saja, lelaaaah, capeeeek, ingin rasanya egois.Tapi entah kenapa tiba-tiba pikiranku berubah ketika melihat salah seorang temanku yang sedang membawa alatnya "Baritone" dipelukannya, handuk kecil tersampir dibahunya, bulir-bulir keringatnya menetes. Saat aku memalingkan wajah kearah teman yang lain, pemandangan yang kudapat tak jauh beda. Wajah mereka penuh keringat, kaos mereka basah karena keringat, beberapa orang menggulung celana trainingnya. Dan mereka berusaha mengumpulkan konsentrasi dan fokus mendengarkan instruksi orang didepan.
Ayolah yas, kamu masih mau egois dengan keadaan dimana kalian sedang berjuang bersama. Sungguh merekalah semangatku. Apalagi yang kurang dari mereka? teman seperjuangan, semangatku, aku menyangi kalian karena kaliahlah semangatku. :)













