Hari ini Holiday Camp MBUGM, intinya sih latihan tapi dengan format yang agak berbeda dari biasanya. Lebih santai deh pokoknya.
Yang lebih beda lagi, hari ini ada sesi nontek lagi alias non teknis a.k.a diluar teknis. Kali ini mas dan mba dari Psikologi Bisa yang pernah bantu kita buat menimbulkan rasa percaya diri salah satunya dengan visualisasi itu mengarahkan kami untuk mencari pasangan dari section berbeda.
Pasangan tidak boleh dari section yang sama, sudah kama kenal ataupun akrab.
Salah satu anggota pasangan matanya ditutup dengan slayer.
Yang satunya lagi bertugas untuk membimbing, menjaga, melindungi pasangannya selama makan siang dan menuju ke musola dengan mata tertutup.
Tugas ini bergantian setelah salah satu anggota pasangan selesai melakukan makan siang dan solat dzuhur.
Aku mendapati pasangan yang memang kurang akrab denganku, mataku ditutup dengan slayer dan aku hanya dibekali "berpikir positif pada pasanganmu". Okay aku harus percaya pada pasanganku karna ia telah diamanahi untuk membimbing, menjaga dan melindungiku sampai aku selesai makan siang dan solat. Saat berjalan menuju musola pasanganku hanya memberi slayernya ditanganku untuk aku pegang. Aku gak bisa memastikan kemana arah pasanganku pergi, kemana arah yang ia tunjukkan karena slayer itu cukup panjang maka ada jarak diantara kami dan aku benar takut. Terbesitlah kata bahwa aku harus berpikiran positif tentang pasanganku. Namun yang terjadi malah aku menabrak tiang, hei pasangan dimana kamu? Aku menabrak tiang nih, dengan segera aku tarik saja tangannya agar arahnya lebih pasti. Sampai di musola aku solat, dan perjalanan kembali menuju tempat makan. Aku tidak mau hal tadi terjadi lagi maka saat pasanganku memberi slayer aku menarik pasanganku dan memegang bahunya, aku butuh arah yang jelas. Perjalanan kali ini tidak seburuk saat aku menuju musola.
Makan siaaang.. kali ini sensasinya beda, makan dengan mata tertutup, mempercayakan makananku akan tepat masuk kemulut dengan selamat pada pasanganku. Awalnya ia menyuapiku, namun sepertinya ia kurang sabar dan aku memutuskan untuk makan sendiri saja. dengan lauk dan nasi yang ia ambilkan dengan sendok.
Gantian, sekarang giliran aku yang membimbing, menjaga dan melindungi dia. Dimulai dari makan dulu, dengan sabar aku menyuapinya hingga ia kenyang. Saat ada temanku yang lain berniat menjahilinya aku malah marah "Jangan aah.. dia udh percaya sama aku" gak sadar aku malah ngomong gitu. Ke musola, ada sedikit rasa ingin balas dendam. Dikerjain dikit gak apa2 lah ya hahaha. Tapi yang jelas pasanganku kembali dengan selamat tanpa menabrak atau lecet sedikitpun karena aku membiarkan pasanganku menggandeng tanganku dengan erat.
Intinya, disini kami belajar bagaimana memposisikan diri saat diberi kepercayaan dan menaruh kepercayaan.
Percayalah ia tak akan menjerumuskanmu, ia menjagamu, berpikirlah positif dengan orang yang telah kau beri kepercayaan.
Jagalah kepercayaan yang telah diberikan padamu, ia telah berpikir positif tentangmu, berpasrah pada dirimu.
Aku masih sulit untuk mengungkapkannya, namun aku makin mengerti bahwa kepercayaan sangatlah penting :)