Generative and Sterile technology; there’s nothing in between in a new generation of devices.
Sterile technology, sebagaimana didefinisikan oleh Zettrain, merupakan suatu hal yang tidak dapat dikembangkan. Maksudnya adalah, teknologi ini tidak memperbolehkan sembarang aplikasi third parties masuk kedalam device tersebut. Contoh dari teknologi ini adalah beragam produk besutan Apple, salah satunya adalah iPhone.
Steve Jobs, sang kreator iPhone, menerapkan sterile techonology ini karena ia ingin melindungi iPhone dari serangan virus yang memungkinkan bisa masuk kedalam software perangkat tersebut ketika si pengguna berseluncur serta mengunduh aplikasi melalui internet. Maka dari itu, pengguna iPhone tidak bisa bebas untuk mengotak atik perangkat tersebut dengan misalnya meng-install aplikasi secara lepas melalui browser. Menurut saya, hal ini sangat aneh karena Apple berusaha membatasi pelanggan menggunakan produknya dengan cara menjual aplikasi dan software pendukung yang hanya bisa dibeli melalui satu wadah saja yang telah disediakan, misalnya App Store. Belum lagi, aplikasi dan software yang tersedia mengharuskan kita untuk membelinya dengan harga yang tidak murah. Maka, dari sinilah orang-orang mulai men-jailbreak iPhone mereka agar bisa mendapatkan akses aplikasi yang lebih banyak dan luas. Dengan men-jailbreak, kita dapat meng-install aplikasi apapun dari browser, termasuk Cydia.
Cydia merupakan App Store ‘kedua’ bagi pengguna iPhone yang telah di-jailbreak. Cydia menyediakan beragam aplikasi, termasuk yang tidak terdapat di App Store. Selain itu, aplikasi yang terdapat disini juga bahkan ada yang free untuk diunduh, yang padahal seharusnya ketika kita meng-install nya melalui App Store, kita diharuskan membayar ketika ingin menggunakan aplikasi tersebut.
Jadi, apakah sekarang di era new generation of devices ini, sterile technology masih tetap steril?
Source: https://cathrynploehn.wordpress.com/2010/10/31/sterile-vs-generative-technology-ipads-are-bad/
-Almira Zhafarina (1506686141)






