5 Fakta Stroke Ringan yang Tak Boleh Disepelekan
Sebuah studi di Inggris menyatakan 70% orang tidak menyadari bahwa dirinya pernah mengalami stroke ringan. Fakta ini mengkhawatirkan karena stroke ringan merupakan masalah kesehatan yang harus segera ditangani di rumah sakit, sama seperti stroke pada umumnya.
Stroke ringan atau transient ischemic attact (TIA) adalah kondisi ketika aliran darah ke otak, sumsum tulang belakang, atau retina mengalami interupsi sesaat. Tidak seperti stroke, stroke ringan tidak mengakibatkan disabilitas permanen pada penderitanya.
Meski demikian, jangan sepelekan stroke ringan karena itu bisa jadi pertanda awal serangan stroke pada tubuh kamu. Segera periksakan diri ke dokter jika menemukan gejala stroke dan bila perlu lakukan serangkaian pemeriksaan, seperti MRI, CT scan, dan lain-lain.
Apa saja fakta-fakta tentang stroke ringan yang wajib kamu ketahui? Berikut ulasannya.
1. Gejala mirip stroke
Pada umumnya, gejala stroke ringan sangat mirip stroke. Misalnya, tubuh akan mengalami mati rasa atau lemah di satu sisi, sulit berbicara, hilang keseimbangan, penglihatan kabur, linglung, hingga sakit kepala hebat tanpa sebab.
Gejala-gejala di atas biasanya terjadi hanya dalam beberapa menit dan tidak menimbulkan kerusakan permanen di tubuh kamu.
2. Metode F.A.S.T
Ketika kamu menemukan orang dengan gejala mirip stroke, lakukan pemeriksaan singkat dengan metode F.A.S.T. Pertama, periksa senyum di wajahnya (face) apakah turun sebelah.
Kedua, minta ia mengangkat tangan (arm), apakah turun sebelah. Ketiga, perintahkan ia mengucapkan (speech) kalimat sederhana, apakah ia kesulitan melakukannya?
Jika ya, langsung bawa ia ke rumah sakit atau hubungi ambulans (time).
3. Terjadi berulang
Ada kemungkinan penderita stroke ringan akan mengalami gejala yang sama dalam kurun 24 hingga 48 jam. Oleh karena itu, penting untuk langsung pergi ke rumah sakit setelah serangan pertama stroke ringan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Menyerang lansia
Sebagian besar stroke ringan menyerang orang yang sudah berusia lanjut, tepatnya 75 hingga 79 tahun. Meskipun demikian, stroke ringan bisa dimulai ketika kamu berusia 45 tahun atau bahkan pada umur yang lebih muda lagi.
5. Gaya hidup sehat
Ketika kamu sudah pernah terserang stroke ringan, pastikan untuk selalu menjalani pola hidup sehat. Jangan lupa juga untuk selalu memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin dan menghindari pemicu terjadinya stroke ringan.
Lebih baik mencegah stroke daripada mengobatinya, bukan?












