Hal baru : Rabu, 31 Agustus 2016 Sore ini, tepat pukul 15:10 ada kegiatan Coaching yang dipindah jadwalnya dari setiap hari selasa jadi hari rabu. Oke, bukan itu pointnya Hihi Dari coaching ini, mengingatkan kembali apa sih tujuan menjadi guru? Apasih yang harus dimiliki seorang guru? Bagaimana sih menjadi guru (yang Hebat) ? Nah, dari pemaparan hari ini ada beberapa point yang wajib direnungkan. 1. Tujuan menjadi guru yang memang panggilan hati, bukan karena ikut-ikutan atau mengisi waktu luang, atau hanya sekedar coba2 (mungkin kalo coba2 masih bisa ditoleri, karena mungkin dengan coba2 dan ternyata passionnya disitu, akan berkelanjutan) 2. Ada tiga tipikal guru, tingga kita pilih kita mau menjadi guru yang seperti apa?. - Guru BIASA , guru yang hanya menjelaskan (cenderung hanya delivery materi tanpa ada contoh konkret, dan biasanya hanya terkungkung di dalam kelas) - Guru BAIK, guru yang mendemonstrasikan (sudah menggunakan media, peraga dan semacamnya, tapi belum memiliki inovasi atau sesuatu yang WOW,dan masih cenderung di dalam kelas) - Guru HEBAT, Guru yang menginspirasi (Guru tipikal ini adalah guru yang memiliki sesuatu yang WOW sehingga anak didik merasa belajar seperti tidak belajar, belajar menjadi menyenangkan... Dan biasanya dimanapun dijadikan tempat untuk belajar) Kita ambil contoh Guru yang inspiratif: *Thomas Alfa Edison, yang kita tahu ia adalah seorang penemu lampu pijar. Dalam biografinya ia disebut2 sebagai anak yang bodoh, bahkan ia sering kali pindah sekolah karena tidak naik kelas. Sampai pada suatu saat ia diterima di sekolah terburuk dikotanya, didusun2. Tak lama setelah ia masuk, guru yg mengajarnya menganggap bahwa ia tidak bisa mengikuti pelajaran dan akhirnya mengirimkan surat kepada orang tuanya bahwa ia dikembalikan ke rumah. Nancy Edison (ibu dari Tomy, re:thomas panggilan kecilnya) yang seorang guru tidak menyerah ia yakin bahwa anaknya ini adalah anak yang luar biasa. Benar saja, akhirnya Tomi melakukan percobaan2 , sampe beribu2 kali dan akhirnya terciptalah lampu pijar yang bisa kita gunakan manfaatnya hingga sekarang ini. Dari sini kita belajar, bahwa ia bukan anak yg bodoh melainkan anak yg berpikir out of the box. Bukan kegagalan melainkan menciptakan beribu cara agar lampu tidak menyala, dia tahu. Selain itu masih banyak guru inspiratif lainnya 3. Guraru = Guru era baru Menjadi guru yang antimeanstream Out of the box, dengan memikirkan cara2 delivery materi dan mendidik anak yang tidak seperti dahulu Type learning : auditory, visual, kinestetik 4. STOP menjadi guru jika tidak dengan kedalaman Cinta