pasang iklan Rumah Dijual di koran Suara Merdeka Jawa Tengah Kirim Materi Iklan ke 085643384005 (SMS/WA) dengan format : materi iklan *Rumah Dijual *Tanggal Tayang *SM
seen from Saudi Arabia
seen from Poland

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Poland

seen from Kazakhstan
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Poland

seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from China
seen from China
pasang iklan Rumah Dijual di koran Suara Merdeka Jawa Tengah Kirim Materi Iklan ke 085643384005 (SMS/WA) dengan format : materi iklan *Rumah Dijual *Tanggal Tayang *SM
pasang iklan Mobil Dijual di koran Suara Merdeka Jawa Tengah Kirim Materi Iklan ke 085643384005 (SMS/WA) dengan format : materi iklan *Mobil Dijual/Merk *Tanggal Tayang *SM
pasang iklan lowongan di koran Suara Merdeka Jawa tengah, Kirim Materi Iklan ke 085643384005 (SMS/WA) dengan format : materi iklan *lowongan *Tanggal Tayang *SM
Contoh iklan baris Lowongan : Dbthkan Admin wanita llsn SMK Akuntansi usia max.23th cekatan & rajin diutmkn Llsn baru bs Ms Office Akuntasi Komputer domisili Sleman Hub: 08564338xxxx lowongan *2 Jan 2017 *SM.
Islam dan Sistem Perekonomiannya oleh KH. Sahal Mahfudh
Islam dan Sistem Perekonomiannya oleh KH. Sahal Mahfudh
Oleh KH MA Sahal Mahfudh
Keadaan ekonomi kita pada tahun 1990-an perlu perhatian khusus kaitannya dengan upaya mencapai era tinggal landas yang selama ini dicita-citakan. Berbagai situasi perekonomian dunia begitu mewarnai -dalam beberapa hal- bahkan menentukan arah perekonomian kita.
Sebagai negara berkembang, peran luar negeri memang dibutuhkan. Bantuan berupa pinjaman utang diupayakan sebagai…
View On WordPress
Islam dan Sistem Perekonomiannya oleh KH. Sahal Mahfudh
Islam dan Sistem Perekonomiannya oleh KH. Sahal Mahfudh
Oleh KH MA Sahal Mahfudh
Keadaan ekonomi kita pada tahun 1990-an perlu perhatian khusus kaitannya dengan upaya mencapai era tinggal landas yang selama ini dicita-citakan. Berbagai situasi perekonomian dunia begitu mewarnai -dalam beberapa hal- bahkan menentukan arah perekonomian kita.
Sebagai negara berkembang, peran luar negeri memang dibutuhkan. Bantuan berupa pinjaman utang diupayakan sebagai…
View On WordPress
Sinergi Jadi Kunci Sukses Bisnis
Sinergi Jadi Kunci Sukses Bisnis
SEMARANG- Sinergi menjadi kunci sukses dalam mengembangkan bisnis. Hal itu dibuktikan Suara Merdeka dan Nasmoco Group dalam upaya memperluas pasar bisnis. Sama-sama berusia matang di bidang bisnis masing-masing, keduanya menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. ‘’Kini New Ratna Motor melalui jaringan dealer Nasmoco Group sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) Toyota sudah menginjak usia…
View On WordPress
Aktualisasi Komunitas Banyumas Resik
Komunitas Banyumas Resik masuk koran! :)
Yup. Betapa senang rasanya ketika saya diberitahu sama salah Mas Teguh, salah satu reporter Suara Merdeka, kalau berita tentang Komunitas Banyumas Resik dimuat di koran hari Selasa, 18 Juni 2013 lalu.
Beberapa hari sebelumnya, Mas Teguh memang mewawancarai saya untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana Komunitas Banyumas Resik itu berdiri. Saya pun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh beliau.
Setelah beberapa hari, saya diberitahukan bahwa beritanya sudah dimuat di koran Suara Merdeka. Pada hari itu juga saya memberitahukan ke teman-teman Gladi IX Purwokerto, yang juga termasuk pendiri dari komunitas ini.
Tak lupa juga ke teman-teman Gladi regional Purwokerto lainnya dan share di mailing list Gladi. Dan hal ini mendapat respon yang positif dari mereka semua. Tak ketinggalan saya menyempatkan untuk membeli koran Suara Merdeka itu.
Memang baru kali ini apa yang saya lakukan bisa dimuat di koran. Memang korannya belum begitu besar layaknya Kompas, namun saya tetap merasa sangat senang.
Terimakasih semuanyaaaa :)
Hamas dan Kejernihan Logika Demokrasi
- Ketika menurunkan editorial "Menanggapi Positif Kemenangan Hamas", pekan lalu, pada saat yang sama kita menggarisbawahi pentingnya merespons logika demokrasi melalui pemilihan umum dengan pandangan jernih. Seperti diketahui, kemenangan kelompok Hamas atas Fatah dalam pemilu legislatif Palestina, ditanggapi negatif oleh negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat. Bahkan, Presiden AS George W Bush dengan reaktif menyatakan tidak akan bernegosiasi untuk perdamaian dengan Hamas. Kecuali, mendapatkan jaminan sayap militan Palestina itu jelas-jelas meninggalkan metode kekerasan dan "terorisme" sebagai alat perjuangan, serta menanggalkan doktrinnya untuk menghancurkan negara Israel. - Tentu bukan tanpa latar belakang, mengapa Hamas mampu mengakhiri dominasi Fatah, partai warisan Yasser Arafat yang 40 tahun menguasai politik Palestina. Secara internal, fenomena ini merupakan ungkapan perlawanan terhadap status quo, serta korupsi dalam birokrasi pemerintahan. Jadi, menggambarkan keinginan alamiah rakyat untuk mencapai suatu perubahan. Secara eksternal, dapat pula dipadankan dengan kemenangan Ahmadinejad dalam pemilu presiden di Iran, beberapa waktu lalu. Kalaupun yang muncul dari proses demokrasi tersebut adalah pemenang-pemenang dengan wajah militan, hal itu tentu merupakan konsekuensi politik yang harus diterima. Justru pertanyaannya, mengapa? - Pertanyaan mengapa membutuhkan jawaban lebih dari konteks internal, walaupun faktor-faktor domestik juga tidak kalah berpengaruh. Rakyat Iran menjatuhkan pilihan kepada Ahmadinejad, yang sangat konfrontatif terhadap Barat. Begitu pula rakyat Palestina memilih Hamas dalam pemilu legislatif, itu berarti kelompok inilah yang akan menentukan haluan negara sampai pemilu berikutnya. Walaupun muncul risiko resistensi dari negara-negara Eropa dan AS, apakah produk pemilu suatu negara hanya dapat diartikan demokratis kalau memberi kepuasan kepada Barat dan Amerika? Logika demokrasi jelas tidak mengajarkan demikian. Apalagi hasil-hasil tersebut hakikatnya juga menyampaikan pesan yang harus disimak. - Pesan pertama, "penyebaran" demokrasi yang dilakukan oleh Amerika sebenarnya sudah "diikuti" sejak dari Afghanistan, Irak, Mesir hingga Palestina. Perkara hasilnya tidak sesuai dengan keinginan Washington, itu tentu merupakan satu dan lain hal. Kedua, adilkah stigmatisasi keterancaman perdamaian Timur Tengah hanya dilihat dari peta kemenangan Hamas, tanpa memperhitungkan faktor Israel dengan Partai Likud-nya? Ketiga, apakah dapat dibenarkan tudingan mutlak bahwa Hamas tidak mungkin dapat diajak berunding seperti kelompok Fatah, sedangkan dengan masuk ke pemerintahan tentu banyak kemungkinan yang dapat mengubah strategi politik sayap militan tersebut dibandingkan dengan sebelumnya? - Ancaman penghentian bantuan dari ''kuartet perdamaian Timur Tengah", yakni AS, Rusia, Uni Eropa, dan PBB kalau Hamas tidak memenuhi syarat-syarat antara lain mengakui keberadaan Israel, dikhawatirkan justru akan mengusik Hamas, yang sebenarnya sudah mengisyaratkan siap melanjutkan upaya damai. Terbukti salah satu pemimpinnya, Khaled Meshal menyatakan pihaknya kebal dari segala intimidasi. Mereka berpendapat, yang mestinya dituntut adalah diakhirinya pendudukan dan agresi (Israel). Jangan sampai opini stigmatisasi yang terus-menerus dilancarkan oleh Amerika malah mendorong sentimen buruk di Israel. Dan, yang juga harus didorong adalah kemauan Israel untuk tidak mencari-cari justifikasi melakukan agresi. - Kita harus menjauhkan prasangka kemenangan sayap dan tokoh militan dalam pemilu di negara-negara Islam hanya sebagai tanda-tanda penguatan radikalisme. Terdapat muatan pesan lain yang mesti dibaca dengan jernih, bahwa sebuah proses demokratisasi tidak dapat dipaksakan selalu mengikuti mindset negara Barat. Sebab, siapa tahu produk seperti di Iran dan Palestina malah merupakan bentuk perlawanan terhadap Amerika? Proses demokrasi tidak dapat dilihat sesaat, juga tidak boleh dipandang dari konteks kepentingan negara-negara tertentu, tetapi membutuhkan kesabaran dan waktu. Pasti akan terjadi pendewasaan tanpa harus terburu-buru mengecam, lalu memvonis akan terjadi arus balik perdamaian. Tajuk Rencana Suara Merdeka, 04 Februari 2006 Technorati Profile