Apa itu Silaturrahmi?
👋🏼😄 Assalamu’alaykum, moms and dads..
Ramadhan telah memasuki 10 hari terakhir dan setelah itu kita akan menyambut Hari Raya idul Fitri. Moment ini biasanya kita manfaatkan untuk mengunjungi ke sanak saudara, teman, relasi bisnis, dan tetangga yang lazimnya kita sebut dengan silaturrahmi.
👏🏼 Tapi sebenarnya, apa sih makna silaturrahmi ya? Apakah setiap kunjungan atau pertemuan kita dengan orang lain termasuk silaturahmi?
👉🏻 Menurut Ustadz Fauzil Adhim, silaturrahmi adalah upaya kita menyambung kembali hubungan dengan orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan kita, baik dari jalur ayah mapun ibu. Jika kita mendatangi rumah seorang teman yang tak ada hubungan nashabnya, itu bukan silaturrahmi tetapi kunjungan atau ziarah biasa. Seperti kita berkunjung ke rumah tetangga atau rumah guru. *Jadi ziarah adalah semua bentuk kunjungan ya, tidak hanya kunjungan atau ziarah kubur.* Hanya saja di Indonesia, ziarah sudah terlanjur sangat melekat dengan kubur karena seringnya orang menyebut secara berurutan, yakni ziarah kubur.
👉🏻 Dalam hadits Muttafaqun ‘alaih dijelaskan: "Bukan silaturrahmi orang yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus." (Muttafaqun 'alaih).
👉🏻 Nah, jadi bukan silaturrahmi kalau kita mendatangi rumah sahabat kita. Bukan silaturrahmi jika kita berkunjung ke rumah seseorang untuk menawarkan barang dagangan. Disebut silaturrahmi saat kita menengok tante yang di luar kota yang sudah lama tidak bertemu.
👏🏼 Menjalin silaturrahmi sangat berlimpah keutamaan. Sebaliknya, memutus silaturrahmi merupakan keburukan yang sangat besar. Sebagaimana tercantum dalam hadits: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi." (Muttafaqun 'alaih).
❓ Ada banyak sebab putusnya atau rusaknya silaturrahmi. Bisa karena konflik yang terjadi di masa lalu pada generasi orangtua kita atau sebelumnya atau konflik yang terjadi pada diri kita secara langsung. Selain itu, dapat terjadi juga karena jarangnya waktu bertemu sampai-sampai tidak mengenal muka dan nama. Nah, moment Hari Raya ini bisa kita jadikan untuk menyambung silaturrahmi dengan sanak saudara.
❗ Tapi, tidak selamanya niat baik kita ini berbuah sambutan hangat dan penerimaan yang baik. Jika disambut dengan ketus, maka bersabar terhadapnya merupakan kebaikan.
👉🏻 Yang menjadi pegangan kita adalah: silaturrahmi merupakan sunnah Nabi shallaLlahu 'alaihi wa sallam. Bersama sunnah ada barakah. Maka urusan kita adalah menjalankan sunnah. Bukan memperkirakan sambutan yang akan diterima.
*Urusan kita adalah: menjaga diri agar tidak termasuk orang yang memutuskan hubungan kekerabatan.* Dan seburuk-buruk pemutusan hubungan kekerabatan adalah terhadap orangtua. ”Maukah kalian aku beritahu tentang dosa terbesar di antara dosa-dosa besar?” Beliau mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali. Maka para shahabat menjawab: ”Mau, ya Rasulallah,” Nabi bersabda: ”Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Bukhari).
😁 Moms and dads, begitulah Islam merancang jalinan hubungan kekerabatan sebaik mungkin. Mengencangkannya adalah kebaikan, memutuskannya adalah keburukan. Selamat bersilaturahmi, semoga bermanfaat. (an)
📚 Sumber: tulisan Ustadz Fauzil Adhim
🌷SUPERMOM's NOTE🌷 Edisi #supeRamadhan 17 06 2017
🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥 💌Email: supermom.wannabe1(at)gmail(dot)com 💌 Fanpage FB: Supermom Wannabe 💌 Twitter & Instagram: @supermom_w 💌 Tumblr: supermomwannabee(dot)tumblr(dot)com 💌 WhatsApp: +6285725105272













