Kepada, Byantara Arkana Damarrama
Selamat siang, Byantara Arkana Damarrama.
Salam kenal,
Bulan merah jambu ini tidak sengaja mengatarkan aku ke halaman-halamanmu. Aku jatuh cinta pada padangan pertama pada pemikiran dan tulisanmu, Byantara Arkana Damarrama (entah siapa nama panggilmu).
Aku suka bahasamu, aku suka kamu yang (sepertinya) gemar membaca buku. Aku suka pilihan kata dalam setiap pengaplikasian fikiran dan rasamu. Yang paling ku suka adalah tentang banyak penantian dan kerinduan yang tak pernah bosan kamu jalani.
Aku suka mungkin karena kita di titik yang sama. Kita sedang merindukan mereka yang pergi. Entah pergi dengan kesan yang baik atau tanpa kesan. Memang dalam sebuah perpisahan, menjadi yang ditinggalkan adalah yang paling tidak menyenangkan.
Sedikit banyak, aku berharap kita bisa berkenalan dan bertukar fikiran. Kamu seperti pujangga di era ini. Menyembah cinta, rindu, waktu, dan pedih melalui sebuah aksara yang menyatu. Kamu membariskan kata-kata dalam satu lantai hingga menjadi indah dan bermakna. Kata-kata yang tak hanya lalu lalang di fikiran, namun menyentuh di setiap hati yang meliriknya. Wanita beruntung mana yang bisa selalu menikmati setiap sajakmu yang langsung tertuju padanya?
Coretan di lembar digital itu menjadi teman minum teh panas ku setelah pulang kantor. Tulisanmu seperti membeku namun hangat. Entah apapun artinya itu. Namun itulah yang ku rasa. Pernah di beberapa tulisan membuatku seperti berkaca. Tulisanmu seperti doaku yang terjawab sebelum bertanya atau bercerita kepada siapapun.
Terimakasih telah menulis, halamanmu adalah tempat aku bermain-main sore hari, menghabiskan sisa waktu sambil meresapi sesuatu.
Salam kenal (untuk yang kedua kalinya), Imelda Maizardi Putri














